babunegara works with microsoft forntpage

jjjjj

 

babunegara ngeblog!: Gak lucu atau mencobanya. Gak mutu atau maksain untuk itu. Bukan terobosan hebat karena blog ini hanyalah bukti saya lebih sering nganggur dibanding pegawai lain.

bangpay: Seorang anak, suami, kakak, sahabat dan rekan kerja. Tinggal dan bekerja di Ternate sebagai priyayi KORPRI di sini. Pecinta oblong, celana setengah tiang dan topi yang hidup bagai kecoa.

 

make|blog|not|war

 

profil bangpay

langganan pake RSS? (opo kuwi?)

 

 
 
Saturday, March 31, 2007
Setahun Ngeblog! Go Blog!
Dari iseng-iseng saat pekerjaan belum banyak. Dari pelampiasan rusaknya blog di friendster. Dari kebutuhan akan sarana ngeluarin unek-unek yang mungkin susah jika diperbincangkan dengan istri di telpon. Hadirlah blog ini. Diawalin dengan postingan tanggal 26 Maret 2006 yang berisi tentang perkenalan saya ngeblog di blogspot. Ndak lucu meski mencoba untuk itu. Tidak juga keren. Biasa saja. Lebih condong jelek.

Setahun sudah umur blog ini. Tetap ndak bermutu. Tidak meningkatkan intelektualitas, IQ apalagi keimanan. Lucu pun tidak. Jan, saya juga bingung, apa gunanya blog ini selain sebagai alat pelampiasan unek-unek saya. Entah apa.

Banyak jajaran blog yang keren-keren baik dari segi desain atau isi. Mulai dari yang politik atau sosial, atau murni blog waton guyon, atau kombinasi keduanya. Mulai dari yang tenar lantaran si pemilik blog itu cakep luar biasa sampai blog yang sepi pembaca meski sudah dibela-belain nyuri foto di friendster (entah punya siapa) untuk dipajang sebagai avatar. Entah dimana posisi blog saya ini..

Setahun ngeblog disini saya hanya menulis 174 tulisan ndak bermutu. Tidak produktif kalo dilihat sebagai blogger karena bisa diasumsikan saya hanya menulis satu kali dalam dua hari. Tapi kalo dilihat sebagai fiskus, saya juga tidak produktif, karena bukannya kerja dengan tekun saya malah ngeblog. Ya saya manusia yang tidak produktif baik dari segi iseng maupun seriusan.

Banyak kawan yang saya dapat dari ngeblog. Tak usah disebutkan satu-satu. Karena satu-satu aku sayang ibu! Senang rasanya bisa mengenal banyak orang hebat (versi saya). Berteman tanpa pernah tatap muka. Saya senang. (lho kalo gini saya OS donk? Om Senang?)

Semoga saya masih tetep bisa ngeblog nyuri-nyuri waktu di sela pekerjaan yang makin menumpuk. Mengutip puisi Chairil Anwar, "Aku masih ingin ngeblog 1000 tahun lagi!"

Salam!

Labels: ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 4:32 PM   15 komentar

Hidup ini ya cuman adu kuasa
Hari jumat kemarin saya chat dengan seorang kenalan yang bekerja satu instansi dengan saya namun beliau ada di pulau jawa yang konon gemah ripah loh jinawi itu. Awalnya sebatas mbahas kesibukan masing-masing berhubung sekarang kantor kami sama-sama sibuk menyambut pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Masa Pajak 2006. Tapi chat itu berakhir keruh.

Kekeruhan itu dimulai saat saya mbahas tentang kelakuan orang-orang kantor saya yang sebenarnya berseberangan dengan idealisme saya namun toh saya merasa berkewajiban membela mereka lantaran kata-kata teman chat saya itu keterlaluan.

Saya: "Mas, kalo disana banyak dukun gak?"

Dia: "Maksudmu pegawai pajak yang buka praktek jadi konsultan pajak gelap yang tugasnya membuat Laporan Pajaknya Wajib Pajak gitu?"

Saya: "Ya...."

Dia: "Wah!! Disini sedikit, selain malu dan gak profesional juga ngapain begituan sih? Toh duitnya gak seberapa... Kalo di situ gimana, Pi'i?"

Saya: "Banyak, mas... malahan hampir semuanya..."

Obrolan lalu bertambah sengak.

Dia: "Weh kok orang-orang kantormu pada rakus semua? Apa ndak cukup sabetan dari yang lain-lain?"

Saya: "Wah setahu saya sih dibandingin kantornya mas disini amat teramat jarang yang bisa disabet."

Dia: "Mosok sih?"

Saya : "Betul... lha dibanding betawi kayak kantor sampeyan, ternate itu kan ndak ada apa-apanya tho? Mau nyabet sekelas kantor sampeyan? Wooooo..."

Obrolan makin memanas.

Dia: "ya ndak, aku heran saja wong disana ya kebutuhan kan ndak begitu banyak macemnya, paling-paling cuman kebutuhan pokok saja. Lha katamu ndak ada mall, hipermarket lho... Jadi penduduk ternate ya ndak punya kebutuhan akan entertainment terlalu banyak dibanding penduduk jakarta."

Saya: "Weh! Apa bener sih orang jakarta mikirnya begitu doank? Tiap ada pejabat betawi kesini komentarnya selalu begitu. Memang ndak ada mall, memang ndak ada kafe-kafe mewah atau apalah buat nongkrong buang duit tapi mereka selalu tutup mata saat dikasih tahu kalo harga kacang panjang itu seribu rupiah per batangnya! Jadi biasanya satu ikat kacang panjang berharga lima ribu rupiah dan hanya berisi lima batang!!!!"

Dia: "Pokoknya orang-orang kantormu sontoloyo!"


Ya, seorang koruptor akan mentertawai pencuri ponsel yang dimassa lantaran ketahuan tho? Seperti halnya cowok ganteng yang naksir wanita yang sudah punya pasangan akan menggunakan tag line: "ayolah, apa saya kurang ganteng? kurang apa saya dibanding dg pacarmu sekarang?"

Sampeyan demen acara empat matanya Tukul Arwana? Mas Yayan pernah mbahas, jangan-jangan itu arogansi kita lantaran dalam hati merasa: wah ada juga orang yang lebih jelek dari kita, dan harus jual kejelekan sedemikian rupa untuk makan.

Kita hanya bisa ngece, ngece dan ngece. Tukul dalam mengisi acaranya yo cuman diisi dengan umpatan terselubung. Memang baik kalo dilihat dari sudut pandang orang kecil bisa juga ngerasani yang lebih mapan. Tapi yang nonton acaranya tukul ya bukan cuma orang kecil. Orang kecil ngumpat sekali, orang gede ngumpat dua kali dengan kualitas dua level di atasnya.

Jadi, jangan heran! Takutnya jika ternyata orang yang pada korupsi gede-gedean itu sebenarnya takut kalo korupsi kecil-kecilan akan dihina koruptor yang lebih kakap. Gengsi donk??!! Pada akhirnya menghina saja akan membentuk mata rantai yang mirip birokrasi.

Hehehe... dengan begini banyak juga ya yang bisa saya hina semena-mena!!! Puas? Puas? Puas?

NB: Gambar diambil dari sini

Labels: , ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 4:32 PM   8 komentar

You Said You Want a Revolution?
Tidak ada yang lucu dengan mengintimidasi secara fisik ibu-ibu dan anak-anak. Saat saya berbicara dengan nada tinggi saja istri saya sering takut kalo-kalo suami tercintanya ini marah, apalagi dengan pentungan kayu memecah kaca kendaraan?




Seusai melihat berita di TV, gerah rasanya membaca ini, ini, dan juga ini... Piye, le???

You say you want a revolution
Well you know
we all want to change the world
You tell me that it's evolution
Well you know
We all want to change the world
But when you talk about destruction
Don't you know you can count me out,
Don't you know it's gonna be alright
Alright Alright

You say you got a real solution
Well you know
we'd all love to see the plan
You ask me for a contribution
Well you know
We're all doing what we can
If you want money for people with minds that hate
All I can tell you is brother you have to wait
Don't you know it's gonna be alright
Alright Alright

You say you'll change the constitution
Well you know
we'd all love to change your head
You tell me it's the institution
Well you know
You better free your mind instead
.......................................

NB:
- Lirik Lagu Revolution milik The Beatles diambil dari sini
- Foto diambil dari sini

Labels: ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 8:18 AM   9 komentar

Makhluk Sialan Bernama Birokrasi
Banyak sekali yang bertanya kenapa pula istri saya tidak pindah saja ke ternate menemani saya. Jujur, lama-lama pertanyaan itu menjadi semacam intimidasi buat saya. Mungkin buat kawan-kawan saya ada yang mulai berpikir bahwa sebenarnya istri saya itu ndak pingin pindah ke ternate lantaran terlalu terpencil. Tidak, bukan itu.

Mari kita bicara tentang birokrasi. Bicara tentang usaha memindahkan istri saya artinya harus berbicara tentang birokrasi. Istri saya juga seorang PNS. Dus, harus melewati birokrasi untuk mengurus surat kepindahannya mengikuti saya. Dan itu tak mudah, sodara-sodara. Harusnya sih mudah, apalagi secara teori.

Kemarin istri saya nangis sesenggukan mengadu kelakuan orang-orang yang dikenalnya secara pribadi yang telah keterlaluan merobek-robek kepercayaan istri saya itu.

Ceritanya banyak, yang paling up-to-date adalah ketika istri saya (sekali lagi) mengurus kepindahannya. Konon berkas-berkas itu harus dikirim ke jakarta. Saat dia hendak mengirimnya melalui jasa pengiriman barang agar cepat sampai, salah satu BOS-kecilnya bilang:

"titipkan saja padaku agar berkas itu bisa lebih cepat sampai ke betawi karena daku juga hendak pergi kesana ada urusan dinas??"

Istri saya langsung setuju, toh bapak itu baik. Yang terjadi kemudian adalah setelah hari itu berlalu sekian lama, istri saya bingung lantaran belum ada kabar pindah juga. Ternyata berkas-berkas yang sedianya dititipkan masih ada di laci BOS kecilnya itu. Dan tak ada penyesalan apalagi permintaan maaf dari beliau setau saya.

Tak banyak alasan yang bisa dipakai bagi seorang PNS untuk pindah tempat kerja diluar mutasi regulernya. Lain jika kita bicara PNS pemda, saya tak tahu terlalu banyak soal itu. Tapi tentang PNS pusat macam saya, mutasi istri dengan alasan ikut suami bertugas adalah hak yang wajar. Ndak ada yang aneh dengan itu.

Beberapa hari lalu konon di tingkat kanwil manado, SK mutasi istri saya tinggal ditandatangani. Lumayan lega mendengar kabar itu. Ternyata, wooo semprul! Bagian kepegawaian berujar gak jelas bahwa istri saya harus nunggu ada pegawai dari ternate yang mau pindah ke gorontalo dulu agar bisa terjadi pertukaran pegawai.

Busyet!!! Ini mutasi pegawai bung! Bukan pertukaran pelajar!!!!

Teman saya bertanya, apakah hal ini terjadi lantaran tidak ada uang di dalam berkas istri saya? Saya katakan: "Iya, tak ada uang sabun, uang rokok atau uang apapun!"

Maklum, saya dan istri saya ini suka sok anti KKN sehingga berprinsip: "Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai sekarang". Ya, saya lebih iklhas kepindahan istri saya tertunda jika alasan penyebab itu semua adalah karena saya dan istri saya tak memberi uang rokok atau uang pelicin!

Serumit inikah birokrasi kelas coro di Endonesia??? Sampeyan tentu tahu, bikin KTP saja rumit. Apa-apa kok dibikin susah, pantas saja Endonesia susah sukses....

Saya jadi inget film Hitchhiker's Guide To The Galaxy di situ ada tokoh ras alien bernama bangsa Vogon yang dijabarkan dengan sifat sangat birokratis. Dalam film bahkan dijelaskan seberapa birokratis mereka dengan kalimat:

Vogons. They are one of the most unpleasant races in the galaxy. Not actually evil, but bad-tempered, bureaucratic, officious, and callous. They wouldn't even lift a finger to save their own grandmothers from the ravenous Bug-Blatter Beast of Traal without orders signed in triplicate, sent in, sent back, lost, found again, queried, subjected to public inquiry, lost and finally buried in soft peat for three months and recycled as firelighter. On no account should you allow a Vogon to read poetry to you.

Saya cuman bisa senyum kecut membayangkan hari-hari saya yang akan lebih panjang, gersang dan sepi tanpa istri saya. Setan alas tenan!!!

Seorang kawan lagi berujar:

"Ayolah... dengan friend circle-mu mosok kamu ndak bisa nelpon betawi buat ngasih pelajaran ke orang sialan di kepegawaian itu???"

Tidak. Saya tak mau... biar saja. Anggap saja orang itu sedang menghalangi seorang istri yang hendak menemani suaminya, mengabdi padanya, dan menjadi makmum dalam setiap shalat suaminya. Sampeyan tahu, pejabat mana yang berhak menghukum orang itu tho???

Buat istriku, sabar... sabar.... Ojo nangis terus....

Gambar marvin diambil dari sini

Labels: , , , ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 8:18 AM   14 komentar

Friday, March 30, 2007
Selamat Jalan, Chrisye!!
Tak banyak kata yang bisa saya ucapkan. Karena banyak yang kenal sosok Chrisye, dan terlalu egois kalo saya malah cerita tentang Chrisye di mata saya saat ini (kok gak kemaren2?). Lagipula tak pandai saya menulis obituary.


Hanya doa, dan ungkapan kerinduan. itu saja.

Selamat jalan, Chrisye!

Labels: ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 3:55 AM   7 komentar

Saturday, March 24, 2007
Koran2an versi saya

Awalnya sih saya baca ini lalu kok baca-baca disini. Akibatnya bagai kerbau dicucuk hidungnya saya iseng membuat koran2an. Norak bin ndeso tentu saja. Wong saya ini kan ndak punya pengalaman apa-apa lho dibidang tata letak perkoranan. Ning rawe-rawe rantas rembulane sing awe-awe saya tetep mantep mengirimkan karya saya ke sini.

Lha tadi sore pas iseng browsing kok ternyata beliau memuat koran saya. Lihat saja disini. Memalukan. Karya jelek ndak mutu dari segi isi dan kualitas kok ya dimuat. Hal yang guyon dan bercanda saya ini mutunya rendah lho ya. Jauh kalo dibanding guyonnya paman. Jauuuuh.

Tapi tetep tho sebagai manusia beradab (minimal mencobanya) saya ucapkan terima kasih numpang tenar. Ngiklanin blog saya yang jauh dari bermutu dan tanpa arah ini.

Yang lucu, di bagian kontributor, saya digambarkan sebagai berikut:

"Ditugaskan sebagai pegawai negeri di Ternate tetap membuat Babu (mestinya “jongos”, karena abdi dalem pria) semangat ngeblog. Nama lama blognya mencerminkan itu: Make Blog Not War. Dia menganggap kehidupan ini sebagai “mampir ngobe” (singgah minum) — dan numpang ngeblog."

Saya seperti disentil, lha kata ternyata berjenis kelamin. Namun saya ndak peduli, wong kata jongos kok kedengarannya mak sengkring di telinga lho paman. Saya pake kata babu saja ya?

Nah buat para manusia kurang kerjaan atau suka tantangan tanpa guna, mbok ayo bikin koran2an juga!! Hadiahnya lumayan, mug, bisa buat nadahi air hujan di rumah yang bocor. Tenan!

Kebetulan saya juga mengirimkan karya kedua bertemakan hari raya idul fitri yang memang sedianya karya saya itu ditujukan buat kartu lebaran seperti yang saya tampilkan di postingan ini. Dengan mengganti wajah istri saya dan juga wajah saya yang keliatan jelas, pede-lah saya! Klik disini untuk mendapat koran lebaran versi besar.

Labels:


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 6:08 AM   14 komentar

Varian Rasa Baru? Rasa Bensin?
Tengok gambar di bawah ini. Pemandangan yang lazim bukan? Tapi mungkin bikin jenggot kebakaran buat para petinggi perusahaan minuman soda yang botolnya malah beralih fungsi menjadi tempat bensin eceran.

Tapi ndak apa-apa tho ya... Wong itung-itung iklan gratis!!

Gambar diambil entah darimana (lupa) yang jelas dipotret di Gorontalo.

Labels:


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 2:31 AM   7 komentar

Wednesday, March 21, 2007
Selamat Menjadi Ibu, saudariku...

AKU mendengar perihnya hatimu
Oleh kutukan-kutukan itu
Terdengar juga oleh batinku
Nyanyian-nyanyian mengharu biru

Aku mendengar perihnya hatimu
Oleh kutukan-kutukan itu
Terdengar juga oleh batinku
Nyanyian-nyanyian mengharu biru

Atas lahirnya si jabang bayi
Yang menangis di dalam sunyi, dalam sunyi....

Ini cerita tentang seorang
perempuan yang kukenal sejak lama. Sejak SMU tepatnya. Seorang yang membuatku tersenyum hari senin kemarin saat aku mendapat kabar bahwa dirinya telah purna tugas menjadi wanita hamil. Ya hari Minggu tanggal 17 Maret 2007 pukul 12:10 WIB telah melahirkan putri pertamanya di Rumah Sakit Margono Soekardjo, Purwokerto, Jawa Tengah.

Ya aku tersenyum. Apa yang lebih membahagiakan dari itu? Bukankah sebuah kelahiran adalah sesuatu yang menakjubkan, mengagumkan buat kita-kita yang sudah duluan menghela nafas?

Jauh di lubuk hatiku justru tumbuh rasa haru, rasa haru akan waktu. Ya betapa waktu tak bisa kita kejar dan kita menaiki waktu dalam perjalanan hidup kita namun kadang lupa memikirkan laju sang waktu itu sendiri. Sehingga sering kita mendapati diri kita berada di keadaan yang sudah terlalu telat. Ya, aku makin tua.

Katanya, orang bijak akan kelihatan lebih tua dari umur sebenarnya. Tua dan damai. Aku belum... aku hanya menua.

Ukhtii, kau mencapai apa yang kau mau. Kau raih yang kau citakan. Kau miliki apa yang kau impikan bukan?

Kini, kau dan suamimu memikul beban tanggung jawab yang begitu besar, tak mudah dan tak gampang tapi itulah yang ada di pundak kalian. Bahu membahu, dan bekerja samalah....

Aku mendoakan kalian.....

Keterangan:
Puisi di awal posting adalah lirik lagu "Kelahiran" milik Kyai Kanjeng yang dinyanyikan oleh Novia Kolopaking.


Labels: ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 1:19 AM   12 komentar

Friday, March 16, 2007
Kesengsem Garangnya Garang Asem
Sebagai perantau, tentunya sering kangen dengan panganan ndeso khas kampung. Hidup di pulau yang mayoritasnya makan ikan laut tho sudah puas kadang membuat saya selalu kemaruk jika pas ada kesempatan jalan-jalan keluar pulau. Ya berburu makanan jawa. Aslinya sih saya memang kemaruk, namun kepuasan menyantap makanan akan lebih terasa jika makanan itu memberikan suatu kenangan lama dan pengobat rindu akan kampung halaman. Ayak!

Saya punya tempat makan yang menunya ikan bakar, Daeng sang pemilik juga menambahkan menu sup konro bakar di dalam menunya, namun rupanya Daeng asli makassar ini sudah memindahkan usahanya. Dan beberapa hari lalu saya lihat dikios bekas tempat Daeg jualan saya lihat sudah ditempati warung makan baru. Dengan nama "Sido Mampir" sudah kelihatan tho kalo yang punya warung ini orang zimbabwe!! Tentu saja menunya menu masakan jawa.


Nah ada satu menu makanan yang bikin saya niba nangi (jatuh bangun, pen.) kemarin. Awal jualan sih ndak ada menu itu tapi kemarin ba'da shalat jum'at saya lihat ada stiker terbuat dari kertas tempel bikinan sendiri berwarna orange mencolok bertuliskan "Garang Asem".

Dengan semangat 45+98 tentunya saya bergegas ngepot mbelokin sepeda mongtor saya menuju warung milik Mbah Yem itu.

Sampeyan tahu garang asem? ini nih resepnya, lumayan gampang dibuat.. Praktis buat bujang macam saya yang pengetahuan masaknya sedangkal Kali Serayu waktu musim ketiga!

Bahan-bahan:
  • 1 ekor ayam, potong 8-10
  • Jerohan ayam, (kalo ada)
  • 2 tahu, potong kecil-kecil (kalo mau)
  • Cabe rawit utuh sesuai selera
  • Tomat, potong-potong (lebih enak sebagian pakai tomat hijau)
  • 5 sdm air asam yang kental
  • 8-10 daun salam
  • 8-10 potong kecil lengkuas
  • 1/2 cup santan kental

Bumbu halus:

  • 8 buah bawang merah
  • 4 buah bawang putih
  • 2 cm kencur
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 5 kemiri
  • Garam
Pembungkus :
  • Daung pisang
  • Tusuk gigi untuk semat

Cara Pembuatan:

1. Campur semua bahan, kecuali daun salam, lengkuas dan cabe rawit. Aduk rata.

2. Ambil 2 lembar daun pisang, lapisi aluminium foil diantaranya. Letakkan selembar daun salam dan sepotong kecil lengkuas di dasarnya. Taruh 2-3 sendok sayur adonan di atasnya, beri cabe rawit utuh, bungkus dan semat. Lakukan hingga adonan habis.

3. Kukus hingga matang, sekitar 1 jam.

Pokoknya nikmat banget apalagi nasinya masih hangat dan kepul-kepul. Mak Nyamleng tenan!!! Oke lantaran saya ini nggragas maka kemarin terpaksa Mbah Yem melihat saya dengan penuh takjub saat saya menyantap dua bungkus Garang Asem sekaligus. Ya satu bungkus daging ayam, bungkus lainnya berisi jerohan ayam.

Buat bini: kapan-kapan kita masak bareng lagi ya!!! Kangen masa-masa itu...

Gambar milik Totok @ suarasurabaya.net diambil tanpa ijin dari sini.

Labels: , ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 9:13 PM   8 komentar

Wednesday, March 14, 2007
Kangen, nduk!!

To see you when I wake up

Is a gift I didn't think could be real.
To know that you feel the same as I do
Is a three-fold, Utopian dream.


You do something to me that I can't explain.
So would I be out of line if I said "I miss you"?

I see your picture.
I smell your skin on
The empty pillow next to mine.
You have only been gone ten days,
But already I'm wasting away.
I know I'll see you again
Whether far or soon.
But I need you to know that I care,
And I miss you.

lirik diambil dari sini.

Labels: ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 1:32 AM   7 komentar

Saturday, March 10, 2007
Musim duren [belum] berlalu
Musim duren belum berlalu juga di ternate. Di pinggiran pantai di sebelah kawasan warung tenda tepi laut masih saja terlihat penjual duren. Ya duren memang sudah makin langka dan buah cempedak mulai menggusur posisi duren. Sejak SD saya tertarik dengan buah cempedak, namun setelah bertugas di pulau inilah baru saya bisa memakannya.

Kemarin saya dipanggil (sebut saja) Pak Haji yang kebetulan jualan duren. Saya bilang saya akan mampir sore harinya.

Dan Pak Haji menyuguhkan tiga buah duren buat saya sore itu. saya lagi senang, kata beliau. Lha saya yang memang terkenal penggemar duren (bukan duda keren!!) langsung menanggapi dengan manggut-manggut bak kalkun!

Di pinggir laut saya buka satu persatu duren itu sambil ngobrol ngalor ngidul dengan Pak Haji. Persetan kolesterol! Musim duren hampir usai... nikmati tiap jilatan! Njilat Driji Enak!!

Whe lha kok pas duren ke enam durennya bener-bener kosong! Ndak ada apa-apanya cuman angin. Kecele tenan... Nah suasana begini ini yg ndak enak, mo minta tuker sama pak haji wong ya saya ini trimo gratisan, mau diem kok mongkok atiku!

Untungnya angin laut seperti berbisik menirukan suara bini: "kolesterol... kolesterol...". Oke... sampai di sini dulu duren!! Sampai jumpa lagi... Selepas itu saya berdiri dan pamitan sama Pak Haji yang lagi melayani pembeli. Tak dinyana beliau ketawa terkekeh-kekeh!

"Kamu itu memang laki-laki baik, Pi'i!!! Saya sengaja ngasih duren kosong dan ingin tahu reaksimu... ternyata kamu ndak protes!!! Ini.. ini ambil lima lagi buat bawa pulang! Ini saya sudah ikatkan!!"

Whe lha dalah!!! Saya ini jadi bingung. Saya kan buka lelaki baik, saya ini lelaki cap duren tiga! Pak Haji yo siapa sih pake ngetes saya segala? Ning farewell sama duren tadi malah alhamdulillah betulan lantaran batal demi hukum. Hukum perut kemaruk!!!

"Makasih, Pak Haji! Kok bisa lho ada duren kosong???" tanya saya basa-basi.

"Hehehehehe... cek saja bisa kosong lho, Pi'i!!" jawabnya terkekeh.

Labels: ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 7:13 AM   8 komentar

Friday, March 09, 2007
"Ojo numpak pesawat larang!"
Itulah yang oleh teman saya dengung-dengungkan. Ajakan untuk jangan naik pesawat berharga tiket mahal tentu gara-gara terbakarnya pesawat garuda kemarin lalu. Dan dari gaya bahasanya yang pake acara diterjemahkan segala padahal dia tahu saya juga pengguna bahasa jawa berarti dia mengirim pesan singkat ke lebih dari satu orang, atau jangan-jangan ke seluruh nomor yang ada di buku telepon ponselnya.
Tak dipungkiri pesawat garuda telah lama menjadi ikon kebanggaan di bidang dunia penerbangan indonesia, makanya berani matok harga tinggi (selain lantaran memang ndak bisa murah lagi, segitu saja negara masih nombok je!). Di sekitar saya yang sering menggunakan pesawat sebagai alat transportasi bahkan menganggap terbang bersama garuda merupakan prestise tersendiri. Lha kalo begini kan rekan-rekan kerja saya pada rendah hati dan tidak sombong semua wong nrimo ndak maksa naik garuda kalo dinas luar. Ya selain tidak sombong mungkin lantaran sengaja mencari angkutan udara murah agar sisa biaya dinasnya bisa dibeliin oleh-oleh pista, tipis tapi rata.

Awal 2007 tentunya makin menguatkan opini bahwa penerbangan murah beresiko tinggi kecelakaan dengan hilangnya pesawat adam air. Ya garuda jarang kecelakaan. Teman saya yang belakangan SMS agar jangan naik garuda itu, awal tahun 2007 SMS agar saya jangan naik penerbangan yang murah, takut ilang katanya.

"Tuh liat adam air ilang!!!!"
Serba salah!

Naik penerbangan murah nanti tenggelam di laut. Naik yang mahal nanti kobongan terbakar. Gusti, paringono aji-aji slaman slumun slamet!!!!

Gambar diambil dari sini

Labels: , ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 5:53 AM   10 komentar

Tuesday, March 06, 2007
Selamat Ulang Tahun, Istriku!!!
Aku akan bercerita tentang istriku kali ini. Seorang wanita yang kuat juga rapuh. Seorang perempuan yang pengasih tapi juga galak. Yang mampu membuatku terjaga semalaman menyaksikan pemberian Gusti Kang Murbeng Dumadi ini tidur dengan pulas. Istriku, terima kasih sudah mengisi hari-hariku.


Jauh darimu sangat menyiksa. Pertama, siapa yang nyiapin makanan buatku coba? Ujung-ujungnya aku harus makan di warung, yang di tiap kunyahan kok seperti berbunyi: "kolesterol... kolesterol....". Kedua, siapa pula yang bakal cerewet dengan penampilanku? Kumisku pating cringih tumbuh gak beraturan lah, rambut gondrong ndak jelas lah, baju kusut anti setrika-lah, ngantor gak mandi-lah. Sungguh aku kangen segala cerewetmu itu. Dan masih banyak lagi alasan lainnya....

Kau hadir dalam kesederhanaan yang setia. Betapapun menyebalkannya aku, betapapun menjengkelkannya diriku, kau setia disana. Hari demi hari, masalah demi masalah, toh pada akhirnya kita lewati untuk kemudian kita tertawakan bersama.

Aku mencintaimu, istriku. Tidakkah kau tahu itu?

Aku tak pernah main-main saat mengajukan pertanyaan retoris: "siapa wanita tercantik di dunia?" tiap malam. Ya, dirimu adalah wanita tercantik yang Tuhan berikan padaku. Buktinya, aku belum poligami meski kau ijinkan, apalagi selingkuh yang jelas-jelas akan melukaimu!

Selamat Ulang Tahun, istriku....

Terima kasih telah setia menemani jalan idealisme-ku, yang penting kita masih bisa makan, halalan thoyyiban, Insya Allah!! Amiin...

Labels: , , ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 12:00 PM   12 komentar

Sunday, March 04, 2007
Republik Mimpi Strikes Back
Sampeyan tentunya tahu acara republik mimpi di Metro TV yang merupakan sempalan dari acara sebelumnya bertajuk republik BBM di indosiar. Dan jika sampeyan up to date dengan berita tentunya tahu tho kalo acara tersebut sedang panen keritik dan somasi.

Disitus resminya disebutkan apakah acara tersebut akan kembali hadir ditengah serbuan somasi itu tergantung hari minggu tanggal 4 maret 2007, apakah acara tersebut ada atau tidak. Saya bener-bener penasaran sehingga dari tadi nongkrong di depan tivi menunggu acara tersebut.

Dan… Eng ing eng!!! Republik mimpi strikes back!

Dengan angka angka, salah satu pengisi acara republik mimpi (RM) bahkan memaparkan angka angka perbandingan pujian dengan hujatan kepada pemerintah dan tentu saja angkanya membela acara RM.

Tak tanggung-tanggung bintang tamu acara malam ini adalah juga termasuk para wartawan dan Pakde Amien Rais. Nampak seperti mencari perlindungankah?

Lho jika menkominfo boleh berlindung dengan payung hukum protokoler kepresidenan, kenapa RM tidak boleh mencari massa untuk berlindung?

Ada quote-quote menarik yang dipaparkan, salah satunya adalah:
“Jika pemerintah boleh menganggap ketegangan elit politik belakangan yang berhubungan dg pemberantasan korupsi boleh melakukannya dengan bergurau, kenapa republik mimpi tidak boleh bergurau?”



Maaf saya ndak tahu teks aslinya tapi begitu kira-kira maksudnya.

Dan quote menarik dari Amien Rais adalah:
“Suatu kekuasaan atau rezim yang mulai menggunakan power kekuasaannya untuk membredel kritikan terhadap dirinya, itu tandanya kekuasaannya tidak akan lama lagi…”

Bagi saya, wah wong negoro ini memang sudah ajur lebur kok. Sing ora edan ora keduman (yang gak gila gak kebagian) jadi saya ndak mau komentar banyak tentang njenggurengnya pemerintah lantaran dikritik oleh acara TV.

Wong acara hantu, acara berita kriminal yang memberi ide baru dalam modus operandi kejahatan, sinetron yang makin ndak jelas, ya ndak diapa-apain padahal sudah jelas merusak rakyat kok acara menyindir pemerintah langsung mau disunat…

Jadi kalo bikin acara bikin goblok masyarakat itu boleh, tapi kalo nyindir sing mbaurekso negoro yo disunat!

Nah, jaga-jaga kalo acara ini bener-bener disetop, sebagai antisipasi kekangenan sampeyan bisa ndonlot theme song-nya di sini. Mo ikut nyanyi?

Kita Semua Harus Ngerti
Negeri Ini Masih Susah
Tapi Kita Jangan Menyerah
Lihat Sisi Terangnya

Kritik Itu Biasa
Manusia Ada Lemahnya..
ha.. ha..
Ayo Kita Semua,
Bangun dari Mimpi
Berbuat Segera,
Sekecil Apapun

Selamat Datang Di Republik Mimpi
We Welcome You To The Dreaming Country

Kita Semua Harus Ngerti
Berbeda itu Sah Saja
Tapi Kita Tetap Sebangsa
Satu Nusa Satu Bahasa
Kritik Itu Biasa
Kita Juga Ada Lemahnya

Mimpi Sini-Sana, Asal Terlaksana
Janji Sini-Sana, Asal Bijaksana

Selamat Datang Di Republik Mimpi
We Welcome You To The Dreaming Country

Selamat Datang Di Republik Mimpi

Jadi ingat warkop, tertawalah sebelum tertawa itu dilarang. Tertawalah, sebelum mau tertawa saja bisa kena somasi!!!

Labels: ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 9:00 AM   10 komentar

Saturday, March 03, 2007
Masihkah sampeyan nonton acara Kuis?
Masihkah sampeyan nonton acara kuis di televisi? Acara kuis yang bener-bener murni cuman berisi kuis? Bukan acara talk show atau inpoTAInment yang dijejali kuis interaktip...

Saya tidak. Selain lantaran ndak punya banyak waktu menyempatkan diri menunggu jam tayang kuis di televisi, saya kurang menemukan greget dalam kuis yang ada saat-saat ini. Sadar atau tidak, bagus tidaknya sebuah kuis saat ini diukur dari besarnya hadiah. Seolah-olah semakin besar hadiah, satu atau dua miliar, maka makin baguslah kuis tersebut.

Belakangan saya berharap banyak dengan dian sastro yang menggawangi kuis who wants to be a millionaire (versi baru), namun ternyata mbak dian (maaf) hadir sekedar sebagai pemanis. Kok om Tantowi lebih enak dilihat dan didengar saat membawakan kuis ini. You know lah... terlalu banyak nelen yang manis-manis bikin enek...


Kuis jaman dulu semacam berpacu dalam melodi tidak begitu memperhatikan hadiah. Itu menurut saya dan ibu saya lho ya. Yang disuguhkan adalah hiburan yang dalam hal ini diwakili oleh musik dan dunianya. Ndak perlu pintar atau bertitel untuk bisa asyik ngikutin kuis ini. Atau kuis Aksara Bermakna, Asah Asih Asuh, dan kuis lainnya. Semuanya enak disaksikan (pada jamannya).

Apa benar kuis saat ini seperti sinetron? Menjual mimpi-mimpi surgawi, saat penonton bisa menjawab pertanyaan kuis sedang pesertanya sendiri gagal menjawab, si penonton diajak untuk mikir:

"Coba aku yang ikut kuis... bisa dapet semilyar!!!!"

Hari jumat jaman dulu, saya dan bapak ibu sekeluarga pasti ngumpul di depan tivi untuk lalu menatap Dede Yusuf membawakan kuis Tak Tik Boom di RCTI. Apa mungkin saya yang ketinggalan jaman ya? Kok saya mikir, televisi sekarang kok memisahkan anggota keluarga bukan malah mempersatukan. Wong saat ini tiap generasi punya stasiun sendiri je....

Ya memang sudah tidak jaman lagi ada stasiun televisi ber-jargon: menjalin persatuan dan kesatuan!

Labels: ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 11:03 AM   6 komentar

Kethoprak dan saya
Sabtu dini hari kemarin saya ndak bisa tidur setelah ngorok dari ba'da isya sampai jam sebelas malam. Bener-bener gak bisa tidur. Jam setengah dua belas lantaran ndak ada gula dan kopi di rumah saya mancal sepeda montor saya, (demi keluwesan bahasa, mancal saya artikan bertengger) keluar rumah mencari warung.

Terima kasih para penjual rokok yang setia membuka warungnya. Bukan... bukan saya merokok lagi tapi wong apa-apa kok disebut warung rokok lho. Padahal jualan sarimi, jajanan kecil buat anak-anak, telur, minuman ringan, minuman suplemen dan lainnya kok disebut warung rokok terus je!! Bangsaku rokoken tenan...

Sepulang dari warung dan markir Raden Adipati Burik (nama motor saya), saya meracik minuman susu coklat panas. Lha mbuh kenapa pas mau beli kopi kok saya kayak ndenger suara bini saya ngomel pas saya mau beli kopi, ya sudah saya beli susu kaleng saja. Toh buat kesehatan saya sendiri tho? (thx, bini!)

Nah, setelah itu saya iseng nggoreng nasi sisa makan malam, dan karena ada sisa ikan tongkol yang diasap akhirnya jadilah masakan baru: NASI GORENG IKAN FUFU!!! Orang-orang ternate menyebut tongkol asap dengan sebutan ikan fufu. Nyam.. nyam... wueennaakk!!!

Whe lha kok ceritaku mluber kemana-mana??? (saatnya ngomong jargonnya Thukul: "kembali ke laptop!!!")


Nah sembari makan dan nyeruput wedang suklat susu soklat, saya nonton tipi. Selepas makan dan ngombe tentunya saya malah seger lagi dan tambah ndak bisa tidur. Yo wis... HBO menemani dua puluh empat jam je... HBO jelek? Yo ganti cinemax... atau HBO signature.... Ayak!!

Entah mulai jam berapa, thawaf remote control saya hentikan di channel indosiar. Lha iyo disebut thawaf wong saya kerjaannya ngganti channel melulu. Mencet tombol satu, dua, tiga sampai sembilan lalu melakukan pukulan kombo antara tombol satu digabung dengan tombol nol, lalu kombinasi tombol 1 plus 2, 1 plus 3 terus begitu sampai kombinasi paling bontot yaitu pukulan maut tombol 2 dengan tombol 4!!! Lalu kembali ke satu... (kenapa pula tombol next channel-nya rusak ya?)

Acara di indosiar sangat menarik perhatian saya. Heran lho kenapa baru sekarang saya nonton acara ini lagi. Padahal seminggu sekali ya mesti ada. Apa karena saya makin tua sehingga suka hal-hal yang berbau jaman biyen? (masa lalu, pen). Apa karena makin ndak paham dengan acara masa kini yang isinya kebanyakan sinetron yang katanya moderen tapi isinya kentut semua itu. (maaf buat jeng tatut, bukannya menghina pekerjaan sampeyan tapi kebanyakan sinetron begitu je, lagian saya baru nonton dua karya jeng tatut, sinetronnya dewi persik dan sinetron yang judulnya "puteri zodiak" atau apa gitu, itupun lantaran disuruh jeng tatut... tapi ya saya tonton!!! dan bagooozzzz!!!)

Yang saya tonton di endosiar malam itu adalah kolaborasi komik limbuk cangik! Bukan pelem piksi ngilmiyah berbudget besar, atau film hantu-hantuan, tapi saya nonton kethoprak!

Bentar, jangan protes dulu, saya tahu kalo kethoprak itu ya sinetron juga, ning kalo boleh membela diri, sampeyan ndak harus punya tampang indo atau berkulit putih bahkan ndak harus ganteng atau cantik buat jadi pemain kethoprak. Makin jelek tampang sampeyan kok makin dikenal. Ha iyo tho... coba sebutkan nama pemain kethoprak yang ganteng atau ayu yang sampeyan kenal!!! Nol!!

Kolaborasi Komik Limbuk Cangik ini ternyata pimpinan Bude Yati Pesek, beda dengan Kethoprak Humor yang dikumendani sama Pakde Timbul. Tentu saja Bude Yati ikut main di kethoprak ini, meski sekedar menjadi pemanis dan tidak memegang peran penting (bentar!! pemanis, pay?)

Saya dibuat terpingkal-pingkal menyaksikan suguhan kethoprak ini. Simpanan guyon-guyon saya yang terkenal garing saja kalah awu dan harus nyembah-nyembah di hadapan kethoprak. Lucu sekali! Mungkin lantaran selama ini saya terlalu sering mencari guyon-guyon yang bikin mikir atau yang sok ngilmiyah, sehingga saat dijungkir-balikkan saraf kesadaran saya dengan joke-joke yang sebenarnya sudah saya dengar jaman kecil dulu kok saya jadi bener-bener ngakak!

Umur, pekerjaan, dan tempat nongkrong membuat kita makin rumit. Kadang saya suka mikir, di kantor saya yang buat guyon ya peraturan perpajakan. Rumit tho? Mosok harus mbaca, memahami dan menghayati peraturan untuk lalu memeras otak dengan membuat lelucon darinya. Mumeet!!

Mau tahu satu hal? Ini membuktikan bahwa kesederhanan lebih mengena, baik dalam hal serius atau bercanda. Ndak percaya??? Biarin, toh saya kan bukan rheinald kasali!!! Yang artinya saya ndak minum jamu tolak angin!!!

Kalimat di atas itu termasuk guyon wagu tur gak mutu. Gak mutu karena orang yang ndak punya tipi atau ndak pernah sempat nonton tipi gak akan ngerti kalimat: "Orang pintar minum tolak angin!!".

"Kembali ke laptop eh kethoprak!!!" (satu lagi, guyon ini ndak mungkin saya tuturkan pada mbah saya!!!)

Sampai saat adzan subuh, saya masih bertahan di depan televisi. Saat acara selesai, sambil meluruskan punggung, saya mbatin pada diri sendiri:

"Wah... abis ini bakal tidur mbangkong sampai siang!!! Payah... Gak jadi mancing!!!"

Sebagai bahan guyon, saya kutip salah satu joke yang saya dengar di kethoprak tadi malam.

"Orang tua memberi makan ke anaknya itu hak atau kewajiban??"

Setelah saya mikir njlimet-njlimet, ternyata jawabannya:

"Hak!!! Gak mungkin ada orang tua ngasih makan ke anaknya sambil ngomong kewajiban... kewajiban.... pastinya hak.. hak... haaakkkk" (menirukan suara orang yang sedang menyuapi anak kecil agar mau membuka mulut, pen).

Setelah kethoprak humor, kethoprak jampi stres, kethoprak canda, kethoprak plesetan dan kolaborasi komik limbuk cangik, akankah kesenian kethoprak bener-bener hilang. Jadi kangen nonton kethoprak pas jaman saya di surakarta dulu, saat dunia kethoprak masih subur... kalo sekarang sih.... nafasnya sudah kembang kempis sambil mikul sekarung beras pula.

Tahun 2004 saja salah satu pemain inti di Kolaborasi Limbuk Cangik hanya dibayar Rp. 50.000,00 per show. Jauh sekali dengan honor pemain sinetron tho???

Keterangan gambar:

- gambar Bude yati diambil dari sini, bukan sini lho ya!!!
- gambar kethoprak humor diambil dari sini.

Labels: , ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 11:03 AM   8 komentar

HALAMAN|DEPAN

 

TEMPAT|CUAP-CUAP

 

nama :
rumah :
omongan :
 
:) :( :D :p :(( :)) :x

TULISAN|SEBELUMNYA

ARSIP|LAMA

 

 

 

| Pengunjung | Feeds | Technorati | Oggix | Photobucket | Imageshack.Us | Kampungblog | Blogger | Blogfam | RSS | Kelakuan |

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia