babunegara works with microsoft forntpage

jjjjj

 

babunegara ngeblog!: Gak lucu atau mencobanya. Gak mutu atau maksain untuk itu. Bukan terobosan hebat karena blog ini hanyalah bukti saya lebih sering nganggur dibanding pegawai lain.

bangpay: Seorang anak, suami, kakak, sahabat dan rekan kerja. Tinggal dan bekerja di Ternate sebagai priyayi KORPRI di sini. Pecinta oblong, celana setengah tiang dan topi yang hidup bagai kecoa.

 

make|blog|not|war

 

profil bangpay

langganan pake RSS? (opo kuwi?)

 

 
 
Monday, October 23, 2006
make|ketupat|not|war
Bukan lantaran di rumah saya ndak ada ketupat lantaran hidup sebagai bujang geografis, bukan pula karena saya gak punya meja (yang bisa disebut dengan) meja makan di rumah dinas saya, namun bolehkan saya nanya, ada apa saja di meja makan sampeyan pas lebaran??

Di rumah sendiri atau rumah mertua semoga anda semua berbahagia dengan ketupat, opor ayam, kedelai bubuk dan sambel goreng ati, misalnya. Berbahagialah!!

Free Image Hosting at www.ImageShack.us


Bergembiralah... Namun jangan berlebihan. Ini memang hari kemenangan kita namun kita harus ngaca alias bercermin dulu. Jangan sampai kita kayak orang goblok yang teriak-teriak kegirangan seolah-olah kita telah memenangkan sesuatu (yang saat ini adalah atas peperangan terbesar diri kita, yaitu perang atas nafsu!) padahal aslinya kita kalah perang atau bahkan gak tau ada perang!

Perang hawa nafsu memang ada dalam batin masing-masing. Selayaknyalah yang jingkrak-jingkrak itu hati kita bukan badan kita.

Makan lah ketupat sebagai tanda anda sedang berlebaran, jangan lupa itu opor dan sambalnya. Namun ingatlah kalo ada diantara kita yang kurang beruntung, mungkin masih bikin ketupat namun bukan disandingkan dengan opor, mungkin diganti dengan lodeh terong atau labu, mungkin ketupatnya dibuat dari beras jatah kantor ataupun hasil ngumpulin beras-beras yang tercecer jumput-demi-jumput di sebuah gudang beras. Atau mungkin makan (atau tidak makan) seperti biasa...

Segala salah dan khilaf sesama manusia memang sepantasnya dimohonkan maaf kepada sesama manusia, niat baik insya allah dimaafkan. Kalo kita sudah minta maaf kepada menungso, lalu tanpa alasan yang jelas kita gak dimaafkan, serahkan semua pada Gusti Allah saja....

Taqabballahu minna wa minkum, shiyamanaa wa shiyamikum, minal aidin wal faizin... Selamat hari raya idul fitri 1427 H

NB: buat mbak yati: kalo mbah harto datang minta maaf ke saya pasti saya maafkan, tapi ndak lantas hal itu membuat proses peradilan jadi dihentikan tho? :)

baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 4:38 AM   15 komentar

Amarah di malam takbiran
Malam takbiran kali ini saya agak-agak sedikit malu sama Gusti Allah. Sekaligus malu sekali sama bini saya sendiri. Saya hilang akal tadi siang. Lagi-lagi saya kecurian, kecopetan atau apalah namanya. Dompet dan kunci motor saya raib entah kemana namun ponsel saya alhamdulillah ndak katut dicolong. Di dompet saya itu ada duit sebesar Rp. 700.000,00 yang sedianya akan saya gunakan untuk zakat fitrah dan zakat maal saya.

Oh iya, buat sampeyan-sampeyan yang kaya-kaya, apa ndak merasa malu kalo sampeyan cuman zakat mengambil pathokan terendah?? Ya, saya dulu sempet diejek lantaran diantara semua kemudahan yang Gusti Allah berikan saya cuman bersedekah dengan pathokan termurah namun berharap balasan terindah. Malu!!!

Sore itu saya curhat sama bini, lebih tepatnya sih marah-marah melampiaskan kekesalan. Saya berpikir bahwa dari semua orang yang mencuri insya allah saya seminimal mungkin untuk ikut melakukan pencurian. Saya dendam, ingin saya bunuh semua pencuri di dunia ini... Lalu tersadarkan bahwa saya juga pencuri, pencuri uang sih tidak. Bukan hanya pencuri tipi, komputer, VCD player, atau glondongan kayu yang ada di dunia ini. Ada juga pencuri waktu dan kesempatan yang menghasilkan uang jika dimanfaatkan dengan baik. Ada juga yang bener-bener pencuri waktu thok tanpa mikir kemungkinan adanya keuntungan finansial dari pencurian itu. Ada juga yang mencuri banyak kesempatan milik orang lain untuk kepentingan finansial pribadinya.

Saya juga pencuri... pencuri waktu!! (dilihat banyaknya saya bolong absen kantor saya, dengan alasan acara ini atau sakit dan sebagainya)

Ba'da maghrib yang saya batalin dengan permen relaxa thok (lantaran gak ada duit sepeserpun) dan terlanjur ngumpulin banyak orang yang sedianya mau saya bagiin sedikit rejeki saya.

Gusti, mereka berhak memaki saya, mengejek saya bahkan ber-su'udzon terhadap saya. Ampuni saya menjanjikan sesuatu yang di luar kemampuan saya. Bapak tukang sapu jalanan, nenek-nenek gelandangan, anak yatim yang saya kumpulkan itu kan sebenar-benar kekasih nya Gusti Allah yang tak ada daya dan pertolongan selain dari Gusti tho?? Dan saya ingkar janji pada mereka.

Bini saya dengan kelembutan yang terdengar dilembut-lembutkan (kelembutan akan sirna jika menghadapi manusia bebal macam saya saat terpuruk dan marah, namun bini saya bertahan, thx honey!!) sekilas kata-kata bini saya terdengar seperti syairnya mbak novia kolopaking pas di kenduri cinta bikinannya cak nun di TIM dulu:

Tak masalah aku dianiaya oleh hamba-Mu yang lain....
Selama itu semua membuat Mu semakin sayang padaku....
Segala kehendak Mu menjadi surga bagi cintaku....

Masih untung motor saya ndak hilang meski kuncinya ikut hilang, ponsel saya juga masih ada, dan saya masih si Pi'i yang tiap tanggal satu bakal menerima gaji. Kalo maling-maling itu kan ndak tentu penghasilannya, gede pula resikonya... Alhamdulillah, Gusti!!!

Tentu saja meski misalnya ATM saya bisa dibobol dan ludes semua uangnya, dan seluruh uang di dompet saya hilang toh ndak lantas menggugurkan kewajiban saya membayar zakat. Maafkan saya sehinggga harus merepotkan ibuk saya untuk membayarkan zakat fitrah saya tahun ini, akan halnya zakat maal saya, nantilah kalo ada uang lagi.

Temen ngobrol saya di pengajian bertanya pada saya: benarkah jika uang di ATM saya, tipi saya, dompet saya, sepeda motor saya, ponsel saya dan kamera digital saya hilang sekaligus seluruh baju saya terbakar maka saya ndak punya harta apa-apa lagi?

Harta material yang bisa dipegang mata apa sih artinya Gusti?? Memang benar jika semua itu hilang, saya gak punya apa-apa lagi, lantaran saya ndak punya rumah atau sawah, saya ndak punya saham dimanapun jadi insya allah harta kekayaan saya yang saya punya adalah hanya yang sehari-hari saya perlukan.

Teringat saat baju batik saya dicuri lantas sahabat saya menasehati agar saya harusnya memiliki batik lebih dari satu sehingga gak bingung saat harus ngantor. Mereka semua tertawa namun tak menggugurkan kebenaran bahwa dalam seminggu saya hanya memerlukan satu baju batik dalam seminggu!!! Satu batik cukup buat saya... jika hilang kan cukup pinjem atau beli lagi tho??

Dan saya masih punya bini saya...

Gusti, sirnakan nafsu saya akan kepemilikan segala sesuatu.. harta apapun bahkan atas kesombongan saya yang ngaku-aku memiliki cinta dari bini saya, wahai Sang Maha Pemilik!!! Kepemilikan adalah mutlak hak-Mu! Jadikanlah Engkau satu-satunya tempatku bergantung, bukan ATM, uang, motor, rumah, ponsel, pekerjaan atau harta yang lain...

baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 4:38 AM   4 komentar

Nasehat Sang Kyai
Aku akan segera bergabung ke masa silam alias akan dipanggil oleh tuhan, kata sang kyai pada suatu sore kepada santri-santrinya. Aku akan segera berlalu masaku akan segera dikuburkan.

Kamu saya liat para santri sekarang mulai menapaki masa peralihan dan anak-anakmu akan menjadi penghuni jaman baru yang dahsyat dan mengagumkan sesudah orde yg sekarang

Sami'na wa atho'na kata para santri dengan penuh takzim

Hamba mohon wahai pak kyai tancapkanlah cahaya yg menerangi cakrawala. Sang kyai terkekeh2, bahasa dan tata perilaku yang semacam itu adalah bahasa generasiku sehingga besok akan terkubur bersamaku sedangkan bahasamu yang bias dikenal oleh masyarakat adalah bahasa rap, bahasa ekstasi dan bahasa-bahasa yang makin tidak kenal sopan santun.

Kini berlatihlah utk meninggalkan upacara dan jenis sopan santun yg mubadzir dan bertele-tele semacam itu, kemudian dimulailah suatu cara hidup yg praktis, pragmatis, yg efektif dan efisien. Kemudian karena engkau adalah bapak dari anak-anakmu kelak dan hidup baru itu lah sehingga harus kau ajarkan kepada anak-anakmu agar mereka sanggup berlari seirama dg zaman yang mereka jalani

Cara hidupmu yg bertele-tele jgn engkau warisi dan jangan engkau wariskan kepada generasi dibawahmu agar mereka tidak digilas oleh bulldozer, suatu makhluk baru yg esok lusa akan segera lahir makin banyak lagi.

Si Santri bertanya: apa nama makhluk baru itu, sang kyai?

Sang kyai menjawab: namanya al konglomerat!

makhluk apa itu gerangan, pak kyai?

Al konglomeratu kabiirun jidan!! (konglomerat besar sekali) Tubuhnya sgt besar, salah satu kakinya dipantai kapuk Jakarta, kaki satunya di gunung disebelah selatan surakarta

Pak kyai itu pasti semacam gatotkaca yang berotot kawat dan bertulang besi??!!

Bukan anakku, otot mereka bukan kawat dan balung mereka bukan besi. Otot mereka adalah jalan-jalan tol! Tulang-tulang mereka cor-cor besi gedung-gedung pencakar langit

Jadi kalo begitu mereka sangat kuat ya kyai??

Sangat-sangat kuat maka katakan pada saudara-saudaramu dan anak-anakmu jangan sekali-sekali berusaha melawan mereka kalo belum sungguh-sungguh menghitung kekuatan sendiri

Pak kyai persisnya seberapa kuat makhluk yang bernama konglomerat itu?

Hampir tak terbayangkan karena dia sanggup mengalahkan dengan mudah semua pendekar-pendekar ulung, apalagi sekedar berpangkat gubernur atau menteri, kalo sekedar bupati atau yang setingkat hanya dijadikan slilit-slilit kecil disela-sela giginya. Bahkan ada pimpinan-pimpinan di daerah seperti itu yang memaksakan sebuah proyek harus segera dilaksanakan karena dia segera dipindahkan dari jabatannya dan harus mendapatkan bonus dari proyek yg dipaksakan itu

Ajaib, ya pak kyai?

Ajaib, kalo konglomerat meludah setetes air liurnya menjadi sepuluh ton supermie, kalo dia bersin riaknya menjadi miliaran

Kalo batuk jadi apa, empu?

Kalo batuk jadi mal, supermarket dan plasa-plasa.

Luar biasa mereka itu, makanan mereka itu apa sehari-hari?

Makanan mereka itu sejenis jajan yg bernama rakyat kecil

Kalo demikian, kata si santri, akan aku ajarkan kpd anak-anakku ilmu binatang

Lho? Apa maksudmu dg ilmu binatang? bertanya pak kyai.

Ilmu keserakahan, guru!

Dari mana nak engkau memeproleh ilmu yang mengajarkan keserakahan adalah milik binatang?

Lho? Pak Kyai gimana? Sudah menjadi pengetahun sepanjang jaman bahwa yang dimaksud dg kebinatangan adalah kerakusan, kekejian dan kebiadaban

Sang kyai tertawa terbahak-bahak: Kyai mana yang ilmunya sesat seperti itu? Tidak ada binatang yang rakus itu tidak ada! Binatang itu selalu berhenti makan kalo sudah kenyang. Tidak ada binatang sudah kenyang masih terus makan. Manusialah yg terus makan meskipun sudah kenyang. Manusialah yang tidak pernah merasa cukup meskipun sudah memiliki ribuan perusahaan. Manusialah dan bukan binatang yang tetap merasa kurang meskipun di tangannya sudah tergenggam seratus pulau, meskipun sahamnya sudah berekspansi sampai ke hutan-hutan dan dasar-dasar lautan maupun gunung-gunung disebelah wetan. (timur)

Manusialah, kata pak kyai, yang meskipun telah dia kuasai harta yang bisa dipakai untuk membeli sepuluh kota besar berpendapat bahwa yang ia jalanai adalah pola hidup sederhana

Kalo semut bergotong royong mengangkut sejumput gula, mereka tidak akan menoleh meskipun disekitarnya tergeletak sejumput gula yang lain. Tapi kalo manusia, manusialah yang selalu saja sibuk mengisi ususnya dg penguasaan industri makanan dan kosmetik, industri otomotif, properti bahkan industri manipulasi atas Pancasila dan Kitab Suci.

Ini adalah esai dari Cak Nun yang baru saya dengerin lalu saya catat di secarik kertas, terharu saya mendengarnya, malu saya... takut saya...

Donlot versi mp3-nya disini

baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 4:38 AM   4 komentar

Wednesday, October 18, 2006
THR-ewer-ewer!!
Hari-hari begini omongan yang lagi hot tentunya masalah THR. Tadi pagi bini nelpon saya dan salah satu obrolannya tentunya juga tentang THR.

"Abang dapet berapa THR-nya??"

Pertanyaan wajar, mengingat bini saya yang juga babu negara mendapat THR sebanyak 750 ribu. Dan juga kantor-kantor milik negara lainnya pasti juga menganggarkan dari dana taktis kantornya untuk memberi sedikit (atau banyak) THR.

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Kantor saya tidak mengenal THR dalam bentuk uang. Tahun lalu THR yang kami terima adalah dua botol sirup, dua kaleng susu, gula pasir sekilo, dua botol minuman soda ukuran 1,5 liter dan dua buah roti kalengan. Ini ajaib sodara-sodara! Kantor pajak memberi THR buat pegawainya berupa jajanan!!!

Saya garis bawahi kalo saya bicara kehidupan fiskus di kantor saya memang beda banget (mungkin) dengan orang-orang pajak di tempat lain yang sampeyan kenal. Dan apa THR tahun ini??

Makin sedikit saja. Tahun ini kami hanya menerima dua dus minuman soda kalengan. Sebenarnya ndak ada yang aneh dan ndak ada yang harus diributkan, wong orang-orang kantor saya juga tetep menerima THR mereka dengan senang dan tanpa banyak bacot. Kan sudah dijelaskan disini bahwa PNS kan sudah mendapat gaji ke tiga belas, mosok mau nuntut THR??

Tentang THR ini sengaja tidak saya tulis di blog saya di intranet pajak, takutnya nanti banyak omong. Nanti ada yang nelpon saya agar sabar dan tabah, lantaran kantor saya dianggap kantor kering, padahal kalo mau jujur-jujuran kan jatah kami ya cuman gaji berdasarkan SK tho? Lain tidak. Nanti juga malah ada yang su'udzon bahwa orang-orang di kantor saya gak ada yang protes THR-nya minuman doank lantaran sudah dapat banyak uang dari upeti wajib pajak. Ha ini nanti bakal lucu, wong orang-orang kantor saya ada sekitar 10 orang yang mudik menggunakan perahu kayu kecil lho. Jan....

Ada temen saya di kantor betawi sana bilang: "weh kalo parcel bentuk barang kan gak boleh, ning kalo bentuknya amplop piye jal? mosok dilarang juga?"

Maafkan temen saya yang goblok itu, jangankan undang-undang manusia atau laporan keuangan, wong aturannya Gusti Allah kalo dia rasa memungkinkan juga bakal dia akalin kok.

Saya juga punya temen yang meski dia benci orang pajak dan kebetulan saya juga orang pajak, namun dia masih mau berteman dengan saya.

Ceritanya begini, dia bekerja sebagai konsultan pajak di perusahaan milik om-nya. Tugas konsultan pajak selain memberi rencana produksi yang lebih menguntungkan dilihat dari segi perpajakan (yang artinya hasil sebesar-besarnya namun pajak sekecil-kecilnya) yang legal, dia juga pernah mengaku berkali-kali harus mau ikut cancut tali wanda nyang-nyangan alis tawar menawar dengan petugas pajak agar pajak yang dibayar om-nya jadi kecil.

Jadi yang terlibat disini adalah si om yang tak mau bayar pajak sesuai ketentuan, si akuntan yang ikut merubah laporan keuangan, si temen saya itu yang mengatur semuanya, dan tentu saja si petugas pajak kenalannya.

"Wong pajak itu bakal masuk neraka semua!!! Nggragas kabeh!! Rakus semua dengan duit!!! Apa saja bakal mereka lakuin buat duit!!!" begitu katanya.

Ya, kadang dari semua hal yang ada di dunia ini, yang paling kita butuh adalah cermin. Ya, cuman cermin!!!!

Berapa THR sampeyan??


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 12:31 AM   12 komentar

Monday, October 16, 2006
Tahun-tahun saya berkhianat
Membaca postingan mas yoyok yang ini, saya tergerak untuk menulis pengalaman saya beberapa hari lalu. Saya diajak buka bersama ditempat tinggal satpam kantor. Berlantai tiga dan berisi ratusan anak-anak. Tempat itu adalah panti asuhan milik propinsi maluku utara. Ya, si satpam yang baru kelas 2 SMU itu memang termasuk sebagai anak yatim. Yang oleh kantor saya dipekerjakan sebagai penjaga malam, lumayan buat tambahan uang hidup.

Ba'da shalat maghrib saya iseng nimbrung ke sekelompok anak kecil yang rupanya sedang membuat esai tentang puasa ramadhan untuk tugas sekolahnya. Murid kelas lima SD ini bener-bener membuat saya terkaget-kaget lantaran saya telah melupakan sesuatu yang sangat penting meski terdengar sangat sepele.

Saat saya membaca awal esai sih saya ndak merasakan apa-apa, maklum tulisan itu dibikin oleh anak SD, tapi saat pada bagian manfaat puasa saya menjadi termenung. Saya pandang wajah si anak, saya cari-cari di setiap lekuk wajahnya. "Engkaukah itu, Gusti? Yang bicara padaku?"

"Manfaat puasa di bidang sosial agar kita mampu merasakan penderitaan orang yang lebih miskin dari kita yang mungkin dalam kesehariannya harus berpuasa tanpa mengenal jadual tetap untuk berbuka"


Begitu kira-kira penjelasan dari sang anak kecil tadi. Ya... mungkin beberapa dari kita jaman SD dulu pernah menganggap fungsi puasa (secara sosial) seperti yang dipaparkan tadi. Termasuk saya dulu percaya sekali agama saya ini begitu hebatnya sehingga mengajarkan umatnya untuk ikut merasakan penderitaan orang lain.

Seiring waktu ternyata saya cuman seorang penghianat. Bagaimana tidak? Puasa tahun ini saja saya berbuka puasa dengan kolak pisang atau es buah plus buah kurma atau roti atau gorengan saja. Sengaja rtidak makan nasi lantaran saya cuman sekali makan besar. Nah atas nama kelancaran berpuasa dan tindakan sok preventif agar tidak cepet kelaparan saat berpuasa, maka jam makan nasi saya geser pas jam sahur. (Hal ini sering mengakibatkan saya gak nyentuh nasi sama sekali jika saya tidak terbangun pas jam sahur, mohon jangan ditiru, apa jadinya kalo semua puasa dg energi dari es buah dan gorengan thok??)

Betapa susahnya merasakan penderitaan orang lain. Kalo sampeyan ngeliat korban bom bali sampeyan cuman sedikit (atau banyak) merasa simpati jika bukan anda atau suadara anda, atau teman anda yang menjadi korban. Sehingga sampeyan cuman terkejut dengan berita bom itu dan mak degg sedikit di dalam dada lalu hati bertanya, sudah berapakah korbannya sampai saat ini?? Simpati yang ujung-ujungnya statistik macam begitu gak bakal menghasilkan apa-apa.

Nah, kita dikasih cara mudah untuk merasakan penderitaan orang lain. Ya, ikut merasa lapar kan gampang. Dari situ kita bisa ngerti perasaan orang yang gak punya bahan makanan (dg sebab apapun), tak punya duit atau tak ada yang ngasih makanan. Efeknya banyak, dari situ kita gak nganggep main-main kalo ada anak yatim yang kelaparan, korban bencana alam ngaku kelaparan juga kita gak nganggep itu dagelan, atau pengemis ngaku belum makan tiga hari gak bakal jadi lelucon di TV-TV kita lagi... (karena pada hakikatnya ndak ada yang lucu dg kalimat: "saya belum makan tiga hari...")

Lalu saya? Lalu sampeyan semua? Di TV, di majalah, di radio, di koran saya pernah nemu tips atau menu makanan agar perut tak cepat lapar, ya sering disebut makanan penunda lapar. Atau sampeyan juga pernah baca tips agar kita gak melulu mikir lapar saat puasa agar kerja tetep lancar??

Ya, kebanyakan dari kita sudah emoh alias gak mau ikut merasa lapar lagi! Kebanyakan dari kita sudah berhianat!!! Kalo sampeyan??

NB: Matur nuwun buat Aa' Gym atas ceramahnya kemarin lalu: "Kita wajib merasa malu jika kita tahu ada yang lapar sedang kita kekenyangan... kita harus malu!!"

baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 12:15 AM   8 komentar

Thursday, October 12, 2006
Kisah fiskus dan 20 anak yatim
Image Hosted by ImageShack.us
Fiskus alias petugas pajak yang hidup dalam gemerlap harta dan kemudahan fasilitas bukan merupakan bagian dari hidup saya. Rekan-rekan sekantor saya hidup pas-pasan, dan suka agak memalukan miskinnya kalo lagi ada undangan anu atau anu di kantor pusat di betawi. Pernah senior saya mengikuti suatu seminar di betawi merasa sangat malu (atau dipermalukan) lantaran saat seminar dibuka dia bergegas mengeluarkan notes kecil dan pulpen sedang hampir semua hadirin mengeluarkan laptop!!

Nah, kali ini saya mau cerita lagi seorang rekan sekantor saya. Beliau (sebut saja Mas AM) mengurusi 20 anak yatim piatu di rumahnya yang merupakan pinjaman dari Pemerintah Daerah Halmahera Barat.

Image Hosted by ImageShack.us

Jika angka 20 terlalu kecil buat anda, maka coba anda bayangkan jika anda sendiri yang tinggal bersama mereka di rumah berukuran kira-kira 120 meter persegi, mengurusi makan, minum, pendidikan, pakaian, dan semua tetek bengek yang ada. Angka itu akan sangat besar jika anda harus juga mengingat kebutuhan pribadi, bukan?

Nah, kebetulan saya bersama beberapa teman kemarin mengadakan acara buka puasa bareng di panti asuhan tersebut. Ini ramadhan kedua saya berkunjung ke panti asuhan ini. Tak ada perubahan, terutama dalam kesederhanaan dan kekeluargaannya. Agak trenyuh juga ternyata wajah saya masih dikenali oleh beberapa anak kecil yang bahkan saya tidak tahu.

Jika saya dianggap kampanye pembersihan nama baik petugas pajak, ya monggo. Ning jika sampeyan semua selalu melihat petugas pajak yang kebetulan sampeyan kenal hidup bergelimang harta, ya gak salah kalo sampeyan ngira petugas pajak itu kaya-kaya... Ingat mas AM juga bergaji dua juta sekian dan hidup di pulau yang tempe berukuran kira-kira 15 cm x 8 cm x 1,5 cm berharga dua ribu rupiah!!!!

Ndak cuman ternate, mase... Kalo mau liat petugas pajak miskin mampirlah ke momere, mampirlah ke luwuk, mampirlah ke pedalaman sumatera, namun itu juga tergantung masing-masing pribadi sang fiskus. Karena saya pernah bertandang ke rumah senior saya di bandung yang target penerimaan pajak di kantornya sebesar 2 trilyun namun rumah kontrakannya jelek sekali yang hanya terdiri dari satu kamar tidur, satu kamar serbaguna, kamar mandi dan dapur.

Makanya saya cuman nyengir saat melihat di layar kaca ada junior saya yang masih kuliah di STAN terlihat protes dengan rencana kenaikan gaji khusus untuk petugas pajak (yang diiringi dg pemberian pengawasan dan punishment yang berat, yang terbukti efektif mereda KKN di beberapa kantor percobaan). Adik kelas saya itu mungkin nanti bakal kaget setelah kerja nanti dimana gaji pegawai pajak yang imej-nya selalu jelek itu gak nyampai 5 % dari gaji pegawai telkom, misalnya. Dibanding satpam bank indonesia saja gaji saya itu kayak guyonan lho....

Image Hosted by ImageShack.us

Seorang kenalan yang dulu juga berada di ternate namun sekarang sudah mutasi di jawa bilang: "Kamu tuh dilindungi Gusti Allah dengan berada di tempat kayak neraka... ya ternate itu kawah candradimuka buatmu. Kalo kamu bisa lulus, niscaya dimanapun nanti kamu pindah, kamu bakal jadi manungso kang tansah eling (manusia yang selalu ingat)... bersyukurlah!!!"

Benarkah, Gusti?


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 12:25 AM   14 komentar

Saturday, October 07, 2006
Tukang Pajek Mudik

Image Hosted by ImageShack.us

Tanpa minta ijin kepada si tokoh yang saya ceritakan, kali ini saya mau cerita tentang kisah mudiknya para petugas pajak. Ya, ya... kalo bayangan sampeyan petugas pajak mudiknya pake mobil bagus atau naik pesawat terbang juga gak bisa disalahkan, ning saya lagi gak mau cerita itu.

Cerita saya ya tentang petugas pajek yang aneh. Petugas pajek yang gak bisa mudik lantaran ndak punya ongkos (ternyata gak cuman saya), yang naik perahu kelas kambing, yang naik perahu kayu dan sebagainya. Welcome to my world!

Saya ceritain tentang petugas pajek yang gak bisa mudik dulu. Ada beberapa kemungkinan, bisa lantaran ndak mau pulang atau memang jatah cutinya habis. Bisa juga lantaran kantornya jauh dari kampung halaman sehingga butuh biaya banyak untuk mudik. Apalagi bagi yang sudah beranak istri. Ini berlaku buat yang kantornya kecil dan kering atau memang dia orang yang jujur sehingga cuman hidup dari gajinya.

Lha meski di kantor basahpun kalo mau jujur-jujuran kan penghasilan & tunjangan mereka cuman dari gaji pemerintah tho?? Itupun tak seberapa...

Saya hidup di pulau yang sebuah timun berharga dua ribu rupiah dengan gaji per bulan dua juta lebih sedikit! Inilah pengabdian... kalo dihitung-hitung dengan gaji saya, kapan saya bisa beli mobil? Makanya saya ndak pingin punya mobil, takut gelap mata!

Makanya banyak kenalan saya yang kadang cuman ngutus istri dan anaknya buat mudik sedang dia sendiri bertahan di tempat kerja, nanti kalo ada rejeki lagi maka gantian dianya yang mudik. Atau kalo mau irit, mereka suka naik kapal laut dengan resiko perjalanan lebih lama sehingga mengurangi jatah kangen-kangenan dengan keluarga. Kapal penumpang yang tenar sering tenggelam di indonesia itu jangan kira ndak dinaikin oleh petugas pajak. saya berapa kali naik kapal ya? Tujuh kali mungkin, baik kapal besar maupun kapal kecil terbuat dari kayu seukuran bis antar kota yang kena ombak sedikit saja sering bikin muatan di perut mumbul mau keluar semua!!

Romantisme kata saya. Minggu lalu temen saya yang baru berbulan madu datang kembali ke ternate menggunakan kapal kayu dari manado! Romantisme yang membutuhkan minyak angin dan obat sakit kepala tentu saja.

Nah, gambar di atas adalah tulisan junior saya yang ada di luwuk yang rupanya tahun ini juga kembali menggunakan kapal laut untuk mudik ke sorong. Orang asli jawa yang mudik ke sorong, tepatnya!!

Dunia memang aneh, di satu sisi kami dipuja dan dicela, namun disatu sisi kamipun bergelut dengan suply and demand-nya kehidupan namun cuman bisa dalam keheningan, lantaran jika kami mengeluh pada manusia takkan ada yang percaya. Makin berasa dekat saja dengan Gusti Pangeran jika dalam keadaan seperti ini. Jika butuh duit, maka kemungkinan paling besar cuman minta tolong langsung sama Beliau! Minta tolong tetangga? Mana mau percaya mereka kalo kami ndak punya uang!!

Gusti, dengan fasilitas macam begini, jadikanlah kami hamba-Mu yang sedikit iri dan mencela, pandai bersyukur dan tak terlalu banyak meminta.... Matur nuwun, Gusti!


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 10:59 PM   6 komentar

Thanks, Al!
I dont know what to say, really... 3 minutes... to the biggest battle of our professional lives... all comes down to today... Either, we heal, as a team, or we're gonna crumble... inch by inch, play by play... to we're finished, we're in hell right now, gentlemen...

Believe me... and... we can stay here, get the shit kicked out of us...or... we can fight our way back... into the light... we can climb outta hell... one inch at a time... now, i cant do it for you... im too old... i look around, i see this young faces,and i think... i mean, i've made every wrong choice a middle-aged man can make... I... eh... I pissed away all my money, believe it or not...

I chased off anyone's who's ever loved me... and lately, I cant even stand the face I see in the mirror... you know, when you get old in life, things get taken from you... well thats.... thats part of life... but, you only learn that, when you start losing stuff... you find out, life's a game of inches...

So is football... because, in either game, life or fottball, the margin for error is so small, i mean, one half a step too late, or too early, and you dont quite make it, one half second too slow, too fast, you dont quite catch it, the inches we need are everywhere around us...

They're in every break of the game, every minute, every second.... on this team, we fight for that inch... on this team, we tear ourselves and everyone else around us, to pieces for that inch... we claw with our fingernails for that inch... because we know, when we head up all those inches, thats gonna make the fucking difference, between winning and losing! Between living and dying!!

I'll tell you this: in any fight, its the guy who's willing to die, who's gonna win that inch... and I know, if im gonna have any life anymore... Its because I'm still willing to fight and die for that inch... because, thats what living is! The six inches in front of your face...!!

Now, i cant make you do it, you gotta look at the guy next to you, look into his eyes!now, i think you're gonna see a guy, who will go that inch with you... You're gonna see a guy, who will sacrifice himself, for this team, because he knows, when it comes down to it, you're gonna do the same for him...

Thats a team, gentlemen...and, either we heal, NOW, as a team, or we will die... as individuals... thats football, guys...thats all it is...now, what are you gonna do?

Tiba-tiba nemu file MP3 pidatonya Al Pacino diatas, diambil dari film any given sunday dimana al pacino berperan menjadi pelatih tim futbol, pidato ini bener-bener keren buat saya dan teman saya. Filmnya juga keren banget!

Pernah saat saya terpisah dengan teman karib saya dimana dia kuliah di unsoed sedang saya mengembara di betawi, pas liburan semester saat meencanakan pendakian bersama gunung slamet, saya yang satu semester ndak ketemuan (belum jaman ponsel) kok tiba-tiba ditanya: "Kowe nonton fileme al pacino minggu bulan kemaren gak?? keren bgt!!!". Sebuah pertanyaan aneh yang janggal untuk ditanyakan kepada orang yang satu semester tak bersua.

Namun, saya menjawab: "Iya!!"

Postingan ini berisi permintaan maaf kepada sahabat saya itu yang dua tahun sudah tak bertemu mengikat tali silaturahim. Jarak, waktu dan kewajiban-kewajiban bener-bener mengikat kita. Saya memang janji pulang tahun ini namun saya tetep temen sampeyan yang melarat atau sok melarat (seperti yang dituduhkan temen saya itu) maka meski saya gawe di kantor pajak, saya gak punya uang lebih buat numpak pesawat terbang dan pulang ke jawa. Maaf aku ndak balik buat sekedar nengok anakmu, dab!

nb: ibu saya melarang pulang lantaran beliau tahu saya lagi kesusahan secara finansial, beliau bakal marah kalo saya malah bisa pulang. "Kamu kan ndak punya duit, kalo bisa pulang kamu itu nyolong dari mana??" Matur nuwun, Ibu!!


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 10:59 PM   16 komentar

Monday, October 02, 2006
My (nu) Revolution Song!
Tenang!! Blog ini tidak sedang mau banting setir menjadi blog khusus download MP3 kok. Cuman beberapa minggu lalu saya melihat sebuah video klip di channel V yang agak aneh, juga lagunya. Lalu saya cari liriknya disini dan inilah liriknya:

[chorus:] Oh I wish I was a punk rocker with flowers in my hair
In '77 and '69 revolution was in the air
I was born to lead into a world that doesn't care
Oh I wish I was a punk rocker with flowers in my hair

When the head of state didn't play guitar
Not everybody drove a car
When music really mattered and when radio was king
When accountants didn't have control
And the media couldn't buy your soul
And computers were still scary and we didn't know everything

[chorus]

When pop stars still remained a myth
And ignorance could still be bliss
And when God saved the Queen she turned a whiter shade of pale
My mom and dad were in their teens
And anarchy was still a dream
And the only way to stay in touch was a letter in the mail

[chorus]

When record shops were still on top
And vinyl was all that they stocked
And the super info highway was still drifting out in space
Kids were wearing hand me downs
And playing games meant kick arounds
And footballers still had long hair and dirt across their face

[chorus]

I was born to lead to a world that doesn't care
[chorus]
Oke, oke... jika ternyata lirik lagunya kurang cukup menggugah sampeyan semua tapi itu tidak berlaku buat saya. Kangen jaman-jaman menjadi pejuang jalanan dan langsung turun ke brengseknya indonesia (Jogja-Solo-Jakarta, apa kabar?), ha kok lagu ini bikin nglangut lho.... jaman-jaman tahun 60-an kok begitu memikat hati ya??

Lagu itu adalah punyanya Mbak Sandi Thom. Dan gak tanggung-tanggung jika sampeyan mau nyoba nDonlot lagunya Mbak Sandi (mengunduh) klik saja di sini atau disini.

Buat para pejuang jalanan yang masih merangkak dengan sarana dan prasarana apapun, jangan nyerah!!!

NB: spesial buat mas yoyok dan mbak yati.


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 10:13 AM   7 komentar

Sunday, October 01, 2006
I'm ready, promotion!

Hari Sabtu dini hari saat saya sedang asyik ngutak-atik laptop, tiba-tiba ada telpon. Ternyata telpon jauh dari sorong. Seorang teman, panggil saja rian. Suaranya terdengar panik meski tersamarkan. Dia baru mendapat kabar bahwa Surat Keputusan (SK) tentang promosi telah turun. Dan denger-denger isu bahwa saya dan dia termasuk orang-orang yang masuk dalam daftar promosi jabatan tersebut.

Saya langsung bilang, kalo toh bener kenapa dia terdengar seperti orang yang tertekan?

Rupanya info dari seorang teman di jayapura bernama ember mengabarkan bahwa si rian mendapat promosi namun dia harus pindah kantor yaitu di wamena!! Disana tidak ada kantor pajak, yang ada hanya kantor penyuluhan dan pengamatan potensi perpajakan.

Bagi orang yang lahir dan besar di jakarta, hidup di sorong saja sudah seperti kutukan apalagi kalo harus pindah ke wamena??

Saya diminta menjelaskan bagaimana proses usulan promosi. Saya jelaskan ya sepanjang yang saya tahu.

Setelah telpon dari rian banyak sekali telpon & SMS yang masuk (saya membacanya sambil menyanyikan lagu "Bang, SMS siapa?" lantaran banyak nomor yang tidak saya kenal, beruntung banyak diantaranya yang mencantumkan namanya di akhir SMS). Kebanyakan sih mempertanyakan kebenaran kabar bahwa saya termasuk yang katut (kebawa) namanya di SK promosi tersebut. Mungkin mereka malah gak percaya bahwa orang macam saya ini malah dipromosiin. Hehehehe...

Sampai penelpon ke 5 (penelpon ke tiga uda ican & mas dody di sorong dan terakhir si koh acong di timika) saya masih yakin bahwa saya akan tetap berada di ternate dan tetap di seksi saya ini. Seksi yang benar-benar saya cintai. Kenapa?

Pertama: seksi saya itu terkenal dengan seksi yang paling sedikit pekerjaannya, nyaman sekali tho??

Kedua: seksi saya juga diakui sebagai seksi paling kering!!!! Makanya saya suka disitu... Dengan alasan agak-agak mambu taik kebo (smells like a bullshit, pen): "kalo bukan saya yang disitu, siapa lagi yang mau??"

Rupanya sehabis makan sahur, beruntun ada sms dari bini dan koh acong yang mengabarkan bahwa saya memang tetap di ternate namun pindah seksi. lemeslah saya....

Bini saya langsung memompakan semangat bergalon-galon agar dimanapun saya bekerja harus tetap semangat dengan dedikasi khas angkatan 45 dan juga (yang paling penting) tetep istiqomah meski sekarang bener-bener berada di "lumbung makanan".

Akan berat terasa nanti jika saya berada di seksi baru saya itu. Pastinya akan lebih menimbulkan pertanyaan yang macam-macam jika saya tetep kere meski sayapindah seksi. Susahnya kerja di pajak tuh begini; jika sampeyan terlihat kaya, maka sampeyan akan dituduh banyak korupsi. Namun jika sampeyan terlihat kere maka orang-orang akan bilang: "pasti duitnya disimpen di bank biar gak mencolok atau malah duitnya dibeliin tanah di jawa... liat saja nanti kalo sudah pensiun kan keliatan kayanya...."

Namun lagi-lagi bini saya lah penyemangat nomor satu! Dia bilang: "Insya Allah neng akan njaga abang..."

Mohon doanya bagi seluruh kawan-kawan, agar saya bisa menjaga amanat yang saya akan emban, tetep istiqomah dan menjadi rakyat endonesia kebanyakan....

Bismillahirrohmanirrohiim.....

Keterangan:
  • gambar diambil dari sini
  • "I'm ready, promotion!" adalah kalimat yang di ucapkan spongebob squarepants di film spongebob the movie dimana dikisahkan disana spongebob merasa akan dipromosikan menjadi manajer baru di tempat ia bekerja.


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 4:35 AM   14 komentar

HALAMAN|DEPAN

 

TEMPAT|CUAP-CUAP

 

nama :
rumah :
omongan :
 
:) :( :D :p :(( :)) :x

TULISAN|SEBELUMNYA

ARSIP|LAMA

 

 

 

| Pengunjung | Feeds | Technorati | Oggix | Photobucket | Imageshack.Us | Kampungblog | Blogger | Blogfam | RSS | Kelakuan |

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia