babunegara works with microsoft forntpage

jjjjj

 

babunegara ngeblog!: Gak lucu atau mencobanya. Gak mutu atau maksain untuk itu. Bukan terobosan hebat karena blog ini hanyalah bukti saya lebih sering nganggur dibanding pegawai lain.

bangpay: Seorang anak, suami, kakak, sahabat dan rekan kerja. Tinggal dan bekerja di Ternate sebagai priyayi KORPRI di sini. Pecinta oblong, celana setengah tiang dan topi yang hidup bagai kecoa.

 

make|blog|not|war

 

profil bangpay

langganan pake RSS? (opo kuwi?)

 

 
 
Saturday, February 24, 2007
Untung saya bukan ahli apa-apa
Setelah minggu kemarin kantor saya menghadapi mas-mas BPK yang lagi meriksa pengadaan barang di kantor saya yaitu pembangunan gedung baru berlantai empat (tahap I) dan satu lantai lagi untuk lantai 5 (tahap II) yang nilainya kalo ditotal jendreal ngawur-awuran akan berjumlah 8 miliar lebih, saya jadi ngungun dengan kejadian di pusat ini.

Ya saya memang ndak megang ijazah sertifikasi pengadaan barang dan jasa namun saya masih berhak menjadi panitia tender sampai akhir tahun ini lantaran sudah pernah ikut diklatnya. Dan berbekal Keppres 80 tahun 2003 yang sudah direvisi 4 kali itu saya tahu bahwa yang namanya penunjukan langsung dalam pengadaan barang di lingkungan pemerintahan itu TIDAK DOSA!
Masalahnya belakangan media memberitakan dan membentuk opini publik bahwa KPK memeriksa Yuzril lantaran penunjukan langsungnya bukan lantaran dugaan adanya kerugian negara.

Tidak dosa disini tentu jika penunjukan langsung (PL) itu sesuai syarat dan peraturan yang ada. Saya kutip ya:

"Metoda evaluasi penunjukan langsung adalah evaluasi terhadap hanya satu penawaran jasa konsultansi berdasarkan kualitas teknis yang dapat dipertanggungjawabkan dan biaya yang wajar setelah dilakukan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya." (Pasal 24 ayat 6 Keprres 80)

Dan berdasar PP Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, penujukan langsung pengadaan barang dan jasa diperbolehkan dalam kondisi:

a. Keadaan tertentu:
  • penanganan darurat untuk keamanan dan keselamatan masyarakat yang pelaksanaan pekerjaannya tidak dapat ditunda/ harus dilakukan segera.
  • pekerjaan yang kompleks yang hanya dapat dilaksanakan dengan penggunaan teknologi baru dan penyedia jasa yang mampu mengaplikasikannya hanya satu-satunya.
  • pekerjaan yang perlu dirahasiakan yang menyangkut keamanan dan keselamatan Negara yang ditetapkan oleh Presiden
  • pekerjaan yang berskala kecil, dengan ketentuan:
  1. untuk keperluan sendiri;
  2. mempunyai resiko kecil;
  3. menggunakan teknologi sederhana; dan atau
  4. dilaksanakan oleh penyedia jasa usaha perseorangan dan badan usaha kecil

dan atau

  • pekerjaan lanjutan yg secara teknis merupakan kesatuan konstruksi yang sifat pertanggungannya terhadap kegagalan bangunan tidak dapat dipecah-pecah dari pekerjaan yang sudah dilaksanakan sebelumnya; atau

b. pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh pemegang hak paten atau pihak lain yang telah mendapat ijin. (Sumber: PP No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, pasal 12)

Jadi (sodara-sodara!) asalkan semua syarat di atas terpenuhi dan memang tidak mengada-ada, maka pengadaan barang/ jasa di lingkup pemerintahan adalah hal yang wajar. Tulisan ini didesikasikan buat seorang kawan yang jauh di sumatra sana yang panik lantaran kantornya mo diperiksa trus bingung lantaran di kantornya ada penunjukan langsung dalam pengadaan barang/ jasa.

"Anu, pi'i.... Yuzril saja yang ahli hukum kena masalah gara-gara penujukan langsung... opo meneh aku??" kata beliau.

Kalo urusan di mbetawi itu mah lain... Misalnya saya jualan beras di pasar, trus ada yang menduga saya ngurangin jumlah timbangan saya. Lha penjual beras yang dagang disebelah saya protes dan teriak-teriak: "why you ngurangin the timbangan of beras which for sale, pi'i??"

Nah lantaran saya dikenal pinter di pasar maka saya jawab balik: "Lha you juga jualan beras tho???"

Seolah-olah ngurangin timbangan beras dan jualan beras adalah hal yang sama.... Dan untung kepala pasar tempat dimana om yuz jualan itu sangat cinta damai... Salamanlah... Negeri yang elok tho???

Labels: , ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 2:06 AM   11 komentar

Friday, February 16, 2007
Jangan pakai hatimu, jika marah padaku!
Malam ini lagi pingin banget posting buat bini yang nun jauh di sana. Ya jarak memang memisahkan namun pekerjaan demi pekerjaan begitu membelenggu shingga waktu kita membagi rasa menjadi makin tersunat. Memang jaman kini memungkinkan adanya telepon, biarlah uangku habis demi sekedar bilang sayang atau nanya apakah dirimu sudah makan atau belum. Namun makin hari aku makin mendambamu dan berteriak: "Hey!! Aku makin membutuhkanmu..."

Beberapa hari lalu via telpon bini bilang salah satu lagu Doel Sumbang yang dia sukai adalah "Rindu Aku Rindu Kamu", jadul bukan? memang pasangan norak kok kami ini. Lalu saat malam hujan dan terjebak di kantor, dengan segenap keahlian menggunakan search engine, akhirnya kutemukan lagu itu dan berhasil saya unduh (donlot) dari sini.

Setelah saya selesai mengunduh lagu tersebut, berulang-ulang saya putar dan saya hayati lirik lagunya. Aku mencintaimu dan kau tak tahu betapa kumencintaimu!!

Selain lagu itu, lagu duet antara Aldi Bragi dengan istrinya yang berjudul "Jangan Pakai Hati" saya unduh juga di sini setelah hampir putus asa dengan search engine. Ya saya cuman tahu sepenggal lirik dan penyanyinya, tak tahu apa judulnya!!

Saya lagu itu! Dari dulu! Saat kuliah bahkan saya ndak malu muter lagu itu kenceng-kenceng saat diputer di MTV salam dangdut meski seluruh penghuni kontrakan saya tahu saya ini penggemar slipknot dan metallica! Nah sebagai ucapan cinta, saya tuliskan lirik lagunya untuk bini saya dan pembaca blog saya yang ndak jelas juntrungannya ini.

perasaanku tak enak bila terus begini,
mengapa kini kau tak seperti biasa?
katakanlah kepadaku apa yang mengganggumu!
aku tahu masih kau simpan rasa itu

sayangku...
aku cinta kamu
peluklah! kan kubisikkan kepadamu..

jangan pakai hatimu jika marah padaku!
karena hati takkan mampu ikut apa maumu

perasaanku tak enak bila terus begini,
mengapa kini kau tak seperti biasa?

sayangku...
aku cinta kamu
peluklah! kan kubisikkan kepadamu..

jangan pakai hatimu, jika marah padaku!
karena hati takkan mampu ikut apa maumu

tapi jangan tanpa hati bila kumenciummu

karena dari bibir ini kata cinta untukmu..

Buat bini: Jangan ngambek terus tho... Insya Allah bentar lagi kita bisa ketemu tiap hari!
Buat incoharper dan gomak: terima kasih sudah nguplot lagu-lagu di atas!! Gracias!!

Labels: , ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 7:01 AM   12 komentar

Saturday, February 10, 2007
Ical Ical-icalan Pikiran
Jika ada gadis tersenyum padamu, jangan langsung mikir dia naksir padamu,

Jika ada anak kecil menangis, belum tentu dia minta diselamatkan dan dibawa pergi dari rumah orang tuanya,

Jika ada orang perlente, rumah mentereng, mobil beken, belum tentu dia orang kaya (bisa jadi kaya utang),

Jika ada orang yang semangat bikin batu bata dan genting dari lumpur Lapindo, bukan berarti dia menganggap lumpur itu sebagai berkah dan ia bahagia karenanya,

Jika ada orang tampil gaya, mbois dan keren dan diembel-embeli kata "pakar" di bawah namanya, opo yo sampeyan langsung manthuk-manthuk setuju dengan kepakarannya?

Itu kan sama saja nanya:

"Kenapa make dasi dan jas tapi ngeluh endonesia panas?"

Lalu jika anak-anak kecil berenang dengan riang saat Plestesiyen-nya kerendem aer, atau saat ibu-ibu senyum rame-rame lantaran baru pertama kali kesorot kamera, opo yo pancen lantaran ndak menderita karena banjir? ndak sedih?

NB: judul diatas bisa diartikan: "Ical loses his mind", halah!

Labels: , ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 10:30 AM   14 komentar

Istri Saya dan Poligami
Seperti yang saya bilang, saya suka menghapalkan cerita lucu agar bisa saya ceritakan via telpon malam hari sebelum tidur. Ya karena jarak, hanya lewat telponlah kami bisa bercinta. Kali ini kami membahas tentang poligami.

Istri saya, ternyata setuju jika saya poligami. Ya melihat rekan-rekan kerja saya yang (maaf) simpenannya banyak, suka jajan saat dinas (baik dinas luar maupun dinas liar), atau yang memang punya selingkuhan gak jelas.

Agar suasana mencair saya menceritakan kisah yang sebetulnya sudah banyak yang tahu. Ceritanya begini:

Ada sepasang suami istri yang kebetulan pergi ke sebuah peternakan sapi. Pas saat itu mereka menyaksikan pembiakan sapi. Sang guide kemudian menunjuk pada seekor sapi seraya berkata:

"Bapak-bapak, Ibu-ibu! Sapi ini bisa bercinta lima kali dalam sehari...."

"Tuh Pak... lima lho dalam sehari... kalo bapak sih huuuh!!!" ledek sang istri kepada suaminya.

Sang suami hanya bisa manyun karena tak mau berdebat. Rombongan lalu berjalan lagi dan sang guide berkata lagi sembari menunjuk pada sapi yang lain:

"Nah, kalo yang ini malah konon bisa sepuluh kali!!!!"

Sang istri nyeletuk lagi:

"Tuuh pak!!! SEPULUH KALI!!!!!!

Sang suami akhirnya tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Dia lalu bertanya kepada sang guide:

"Mbak, itu sapinya bisa sepuluh kali itu dengan sapi betina yang sama atau beda-beda?"

Sang Guide menjawab:

"Ya beda-beda betinanya atuh, bapak..."

Dengan muka penuh kemenangan si suami lalu menoleh pada istrinya dan berkata:

"Tuuuh, bu! Beda-beda betinanya!!!!!"

Saya memang ndak mau nulis tentang poligami di blog ini, kalo toh nantinya saya berpoligami, itu urusan saya dan keluarga saya tho? Ning buat temen-temen saya yang kebacut punya gundik banyak atau jajan disana-sini, ayo tho... Jaman wis akhir! Jaman sudah (hampir) berakhir... Gak malu tho??

Buat istriku: "Peluk ciumku buatmu... Jagain aku terus ya!!!"

Oh ya, tadi pagi ada sms dari teman di sumatera sana, isinya:

"Buat temen-temen yang suka nakal, ayo podo sadar... Anna Nicole Smith sudah mati, ini pertanda buat kita semua... Ayo eling!!!! Eling-eling baliya maning!!!!"

Huahahahaha!!!! Eh, sompret!! Lha kok aku ikut dikirimin SMS ginian?? Wah... bakal dijiwit bojoku iki!!!

Labels: , ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 10:30 AM   10 komentar

Thursday, February 08, 2007
Sembah Sujud Saya Buat Ibu!
IBU saya yang sangat saya kagumi, ternyata manusia juga. Puluhan tahun sepanjang hidup saya, beliau hadir sebagai sosok yang tak pernah sakit, lapar, marah, sedih dan menderita. Terutama di depan anak-anaknya. Ibu saya selalu menahan tangisnya, menunggu seperti malam yang akhir, barulah beliau menangis di depan Rabb-nya.

Sepulang saya ke kampung halaman kemarin saya mendapat kabar yang membuat saya sangat terpukul. Ibu saya didiagnosa menderita kanker mulut rahim. Saya menangis. Saya telpon istri saya dan mengabarinya, dan seperti pesan ibu, tak kan saya tunjukkan saya sedang menangis di depan istri. Menangislah di depan Rabb-mu, nak!

Ibu saya ini keterlaluan. Saat saya agak-agak banyak tabungan di bank sehingga berani pulang kampung, beliau malah tidak cerita sakitnya. Saat saya kembali ke haribaan pulau ternate, yang artinya tabungan saya sudah terkuras habis, baru beliau cerita!!! Ibu, bahkan di saat sakitpun kau tak mau membebani anakmu ini. Kedalaman makna hidup yang kau jalani masih susah dan terlalu jauh untuk kukejar.

Engkau benar-benar kuletakkan di atas kepalaku sebagai wujud baktiku padamu. Ibu, pi'i kangen ibu! Oke, tentunya saya sangat butuh uang tho?


Nah, ibu saya berpesan: "Jika kau punya hutang, sebisa mungkin kau lunasi dulu, siapa tahu orang itu lebih butuh daripada ibu. Tapi tak perlu kau tanyakan kepada orang yang kau berhutang padanya apakah dia sedang butuh uang atau tidak, pokoke lunasi dulu!!! Dan jika dari tabunganmu tak tersisa satu rupiah pun, niscaya kau akan sangat dekat dengan Tuhanmu, karena kau tak punya tempat lain untuk bergantung kecuali pada Tuhanmu, bukan rekening bankmu apalagi bergantung kepada Wajib Pajak!!!! Ibu percaya, demi istrimu saja kau jaga kebersihan hatimu di dunia kerja, apalagi buat ibumu? Jujurlah dalam bekerja. Ibu mendoakanmu. Selalu. Ibu bangga padamu...."

Saya terharu.

Ibu saya ini editor saya dalam hal menapaki dunia menulis saya. Dulu tiap menulis sesuatu, pasti saya pamerin ke ibu saya dan dan meminta kritikan dari beliau. Terima kasih buat istri saya yang sudi mencetak tulisan-tulisan saya di blog ini lalu memberikannya pada ibu saya. Ibu menyukainya, kata beliau.

Ibu, maaf jika anak lanangmu tetep kere (miskin). Ibu yang pegawai negeri tentunya tahu bahwa gaji dan tunjangan saya tak seberapa. Maaf jika saya tak bisa membantu banyak. Dan tolong tetangga kita yang honorer kantor pajak itu diracun tikus saja, Ibu!! Bisa-bisanya beliau bilang sama ibu: "Saya saja yang honorer bisa punya mobil, apalagi mas pi'i yang jabatannya jauuuuh lebih tinggi dari saya!!". Nah, racun tikusnya beli yang murahan saja... Hehehe...

Istri saya tahu, saya sering menghapalkan cerita-cerita lucu untuk saya ceritakan pada beliau saat kami berjumpa, karena hal itu juga saya lakukan kepada istri saya. Saya menghapal banyak cerita lucu untuk orang-orang yang saya kasihi. Coba saya punya banyak duit, pasti saya ngasih duit, bukannya cerita lucu!!!

Ibu, semoga lekas sembuh!!!! Anakmu yang paling ganteng ini (semua adik saya perempuan) akan tetap tegar dan melucu dimana-mana. Kan ibu pernah pesan:

“Jika kau bukan dokter, jika kau bukan saudagar, jika kau bukan penjaga keamanan, jika kau bukan ulama, sedekahlah dengan memperhalus nada suaramu dan ceritalah yang menyenangkan dan menyejukkan hati…”

NB: Teriring maaf untuk seluruh kerabat saya atas emosi saya yang tak terkendali saat sampeyan ngomong: "Dasar anak gak berbakti!!! Mosok orang pajak gak punya duit... Kamu pasti bohong....." Ya Tuhan, sirami bara hamba di dalam dada ini dengan air kesejukan.... Amin!

Juga untuk mbak yati yang seneng gerak-gerak, semoga sampeyan gak betah di rumah sakit sehingga cepet sembuh! Yang tabah... Doa saya sekeluarga buat mbak...

Labels: , ,


baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 2:30 AM   12 komentar

Saturday, February 03, 2007
Ketika Airpun Diembat Jakarta
Pagi-pagi saya yang kelaparan ini dengan setia menunggu tukang jamu langganan saya. Jam-jam seperti ini sangat riskan untuk makan besar, takut ngantuk, makanya saya nunggu mbok jamu. Mbok jamu yang dipanggil Mbok Jam ini memang selain jualan jamu, beliau juga jualan gorengan.

Akhirnya beliau datang juga. Dan langsung uluk salam dengan topik paling hangat saat ini.

Image Hosted by ImageShack.us

"Mas... wong-wong jakarta jan kebangetan banget!" tanya mbok jam sambil menaruh dagangan di kursi kayu samping kantor saya.

"Whe... ada apa ini ujug-ujug tiba-tiba-sekonyong-konyong-koder naruh dagangan sampeyan terus duko, marah sama orang-orang jakarta?" tanya saya sambil mencomot gorengan yang di bawa mbok jam.

"Ha ya itu... Banjir itu lho mase... Banyu kok segitu banyaknya.."

"Lha wong namanya banjir lho ya memang begitu, kata bang yos malah ini siklus lima tahunan"

"Haiyah mbok sekalian bikin repelita banjir!!! Atau bikin BJP alias banjir jangka panjang..."

"Ayak!!!"

"Itu lho mas... wong apa-apa mesti jakarta lho. pembangunan megah-megah mesti jakarta. wong pinter sudah susah-susah sekolah bukannya mbangun deso malah katut kebawa nglubaninasi ke jakarta, apa-apa mesti jakarta!!!"

"Sik.. Bentar dulu.. Kok iso nglubani nasi? ngluban yang asalnya dari kata kluban itu kan sayur urap tho mbok?? Urbanisasi tho maksud sampeyan??"

"Haiyah... sama saja!!! Intinya ya cari makan ke kota. Ha wong didesa pada susah. Punya beras gak punya lauk. Jual beras buat beli lauk trus nasinya diganti thiwul, nasi aking atau malah nasi jagung, ya pada ke kota biar minimal bisa bikin sayur urap tho?"

"Hahaha... pinter!!! Lha trus hubungan antara marah-marahnya sampeyan dengan banjir di jakarta itu apa? Wong sampeyan ya ada disini slamet-slamet saja tho? Trus kampung sampeyan juga bukan jakarta, ning ngGunung ngKidul sana..."

"Ha ya itu ndak adilnya.... saya sih paham kalo pembangunan apa-apa yang paling wah yo jakarta tapi masalah banyu, masalah air mbok ya mosok diambil sama jakarta juga? Kampung saya di ngGunung ngKidul sana kan kering-kerontang melulu, mase!!!"

"Hush... sampeyan malah gitu! Wong manusia-manusia di jakarta pada susah lho akibat banjir, kok sampeyan malah nesu marah gak jelas..."

"Hehehe... saya yo tetep kasihan sama penduduknya, wong cuman mo nyari makan trus ninggalin kampung kok ya saban tahun harus kebanjiran lho... Lha yang saya bingung kan pemerintah itu, mas!! Pemerintah...." Ucap simbok berapi-api.

"Wis... Sudah! Sudah!!! Lama-lama sampeyan bakal demo ini.. Dan ingat... sampeyan njelek-njelekin pemerintah kok di depan saya yang babu negara!!! Whe... wani kowe yo...."

"Mboten.. Tidak mase... lha opo kantore sampeyan di jakarta apa? lha opo kantore sampeyan ngurusi banjir apa?? Tidak, tho?? Jangan marah tho...."

"Lha gini-gini saya anggota KORPRA je!!! Korps Pegawai Ngeri Aras-arasen!!!" (aras-arasen: malas-malasan)

"Lho bukannya KORPRI, mas?"

baca selengkapnya..

ditulis oleh bangpay @ 6:16 PM   13 komentar

HALAMAN|DEPAN

 

TEMPAT|CUAP-CUAP

 

nama :
rumah :
omongan :
 
:) :( :D :p :(( :)) :x

TULISAN|SEBELUMNYA

ARSIP|LAMA

 

 

 

| Pengunjung | Feeds | Technorati | Oggix | Photobucket | Imageshack.Us | Kampungblog | Blogger | Blogfam | RSS | Kelakuan |

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia