Jam enam pagi waktu manado, saya sudah nongkrong di kamar nomor 4 tempat salah seorang kenalan saya dari kantor gorontalo. Beliau baru saja mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju manado guna mengikuti ujian seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Beliau bersama empat orang lainnya mengendarai mobil menuju manado yang rata-rata berjarak 10 jam perjalanan naik mobil.
hari kedua di manado..
Jalur trans sulawesi yang sangat sempit dan berliku-liku jalannya sangat membahayakan apalagi dengan kurangnya petunjuk jalan dan banyaknya tumbuhan yang menutupi pinggiran jalan sehingga menutupi pandangan di tikungan jalan sering kali menyebabkan kecelakaan. Dan kebetulan teman saya di Mas Ramdhan itu sedang sial sehingga saat dia mengendarai mobil kok ya pas sekali hujan turun dengan deras.
Saat hendak melewati jembatan, entah bagaimana ceritanya, ban mobil mengalami selip dan kemudian jatuh ke sungai yang berada 11 meter dari permukaan jalan. Tak hanya mereka berlima yang celaka, rupanya ada seorang anak kecil dan cucunya yang tengah mandi di sungai tersebut. Sang nenek tidak apa-apa, sang cuculah yang tertindih badan mobil dan akhirnya meninggal dua hari kemudian.
Mas Ramdhan, sang supir hanya mengalami luka ringan, namun tetap saja beliau mendapat hadiah istimewa berupa dua belas jahitan di bagian dalam bibir!!
Kembali ke saya, hari itu adalah hari pelaksanaan ujian yang akan dilaksanakan pukul 9 pagi di manado convention center. Saya dan teman-teman seperjalanan saya yang satu mobil menuju manado convention center (MCC) beberapa kali harus kecele mencari alamatnya. Betapa tidak, banyak sekali bangunan baru di manado yang berupa hasil dari reklamasi pantai. Pantai diuruk dengan batu dan tanah kemudian dibangun bangunan tinggi di atasnya. MCC merupakan bangunan yang baru dibangun, tak heran banyak yang belum tahu keberadaannya termasuk supir kami.
Setelah nyasar 3 kali, kami sampai juga di MCC yang rupanya belum 100% selesai pembangunannya. Namun cukuplah untuk pelaksanaan ujian 300-an orang dari berbagai instansi dan lintas departemen.
Yang lumayan mengejutkan bagi saya, karena pesertanya juga terdiri dari orang-orang yang sudah masuk golongan sepuh alias tua, termasuk para bos bos. Maka banyak dari beliau yang sangat-sangat-sangat-sangat kesulitan saat harus mengisi identitas di lembar jawaban komputer itu. Maklum mata beliau sudah out of date semua. Soal demi soal saya lewati yang makin lama menghapus senyum saya dan meninggalkan jejak keritan di dahi saya... dan kerutan itu makin mengkerut hingga waktu habis.
Pukul sebelas lebih setengah jam siang ujian selesai dilaksanakan. Bos besar langsung melanjutkan perjalanan menuju rumahnya di pulau jawa, sedang saya tetap di manado guna menikmati liburan (sebenarnya gak ada uang saku juga buat pulang kampung!!). Hari itu saya habiskan untuk jalan-jalan bersama bini tercinta. Dunia milik kami, yang lain ngekos!!!
Besoknya hari kamis merupakan hari libur memperingati kenaikan isa almasih. Hari jumatnya merupakan hari kecepit nasional buat yang menganut lima hari kerja. Bagi saya yang PNS sejati maka hari jum'at menjadi hari cuti bersama yang tentu saja mau tak mau harus saya ambil meski mengurangi jatah cuti pribadi saya...
Kapan saya pulang? Jum'at... naik kapal laut...
Petugas pajak kok naik kapal tho? Woooo kere!!
|
makasi y sarannya..
hmm..
aqu msukin link blogmu ke blogroll-q ya :D